Berita Kabupaten Kupang Terkini

Peserta Diklat Pelatihan Budidaya Sapi Potong BBPP Kupang Kunjungi Kelompok Tani Setetes Madu

peserta siklat pelatihan budidaya sapi potong Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang lakukan kunjungan di Kelompok Tani (KT) Setetes Madu Fatuleu

Peserta Diklat Pelatihan Budidaya Sapi Potong BBPP Kupang Kunjungi Kelompok Tani Setetes Madu
ISTIMEWA
Peserta diklat pelatihan budidaya sapi potong BBPP Kupang kunjungi Kelompok Tani Setetes Madu Fatuleu Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan,  peserta siklat pelatihan budidaya sapi potong Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang lakukan kunjungan di Kelompok Tani (KT) Setetes Madu Fatuleu-Kupang

Sebanyak 30 orang peserta Pelatihan Budidaya Sapi Potong Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang melakukan kunjungan di Kelompok Tani Setetes Madu Fatuleu.

Letak kelompok ternak sekitar 20 km dari kantor BBPP Kupang. Peserta ditransportasikan menggunakan 2 armada bis yang telah disediakan oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang. Kunjungan didampingi dan dibuka langsung oleh Kabid penyelenggara Ir Nambut Maksimus selaku pejabat eselon 3b BBPP Kupang.

Materi dari kelompok ternak diwakili oleh ketua kelompok tani yaitu, Dermi A. Utan. Pemaparan meliputi sejarah pembentukan kelompok tani, mekanisme kerja anggota kelompok tani, dan gambaran secara umum pemeliharaan ternak sapi.

Kelompok Tani Setetes Madu berdiri pada tahun 2014, akan prakarsa bantuan oleh mantan Kapolda Kupang Irjen Pol. Drs Agung S Santoso, S.H., M.H. Pada awal 2014 kelompok tani setetes madu memiliki lahan lamtoro 20 Hektar dan pada saat ini sudah mencapai 50 Hektar.

Kelompok tani memiliki populasi sapi jantan sebanyak 42 ekor untuk digemukkan pada kandang tambat dan 60 ekor sapi betina yang dilepas pada padangan rumput. Kerjasama kelompok tani dilakukan dengan kepolisian daerah kupang, Dinas

Peternakan Provinsi Kupang NTT, dan BPTP Provinsi NTT. Pada tahun 2015 kelompok tani setetes madu mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu 2 sumur bor, mesin cooper, dan modal sebanyak 25 juta.

Selain dengan usaha peternakan kelompok tani ini juga melakukan usaha pertanian, meliputi usaha sayuran dan pembibitan lamtoro.

Kunjungan dikelompok tani setetes madu dalam tahun 2018 sudah mencapai sekitar 750 orang meliputi tamu berasal dari dalam provinsi NTT maupun dari luar NTT, bahkan terdapat beberapa kunjungan yang berasal dari luar negeri meliputi dari Australia, Nepal, dan Jepang.

Kunjungan diakhiri setelah melakukan kunjungan pada padangan penggembalaan sapi betina yang dimiliki kelompok tani tersebut. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved