Berita Ekonomi Bisnis

Menteri Perhubungan Akan Keluarkan Tarif Batas Atas Bagasi Berbayar

Paling lambat dalam waktu tiga minggu Menteri Perhubungan akan mengeluarkan tarif untuk batas atas bagasi berbayar.

Menteri Perhubungan Akan Keluarkan Tarif Batas Atas Bagasi Berbayar
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/7/2017). 

POS-KUPANG.COM |JAKARTA- Tarif untuk batas atas bagasi berbayar akan ditetapkan menteri perhubungan dalam waktu paling lambat tiga minggu.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi di Kantor Basarnas di Jakarta, Kamis (31/1/2019) menanggapi soal penerapan bagasi berbayar yang dilakukan maskapai Citilink Indonesia dan Lion Air Group.

Menurutnya masih ada yang perlu dikaji dari pemberlakuan mekanisme bagasi berbayar untuk rute domestik.

"Satu per satu kami carikan solusi, kami akan keluarkan PM tarif batas atas di mana bisa ditolerir. Yang kedua kami menghimbau para stakeholder airline lebih bijak menentukan," katanya.

Saat RAT Kopdit Ini Launching Swasti Sari Mart

Kesaksian Fifi Lety Jelang Pernikahan BTP alias Ahok dan Pengorbanan Puput Nastiti Devi

Menurutnya, Citilink sudah setuju menunda sementara kepada Lion Group, ia juga sudah minta agar memberikan semacan diskon agar masyarakat tidak terkaget-kaget dengan harga baru

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan konsolidasi dengan pihak Citilink Indonesia terkait pemberlakuan bagasi berbayar.

Hal itu menindaklanjuti masukan Komisi V atau Komisi Infrastruktur dan Perhubungan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Kerja, Selasa (29/1/2019).

Berdasarkan konsolidasi tersebut, pihak Citilink menyetujui untuk melakukan penundaan penerapan bagasi berbayar hingga waktu yang belum ditentukan.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan sedang melakukan evaluasi dan penilaian penerapan ketentuan bagasi berbayar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 185 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri.

"Kami akan lakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan mulai dari PM 14 tahun 2016 sampai PM 185 tahun 2015," ujar Polana.

Pengkajian ulang dilakukan oleh Ditjen Hubud agar terjadi keseimbangan dan tidak memberatkan masyarakat serta menjaga kelangsungan maskapai penerbangan.
Maskapai Berbiaya Hemat (LCC) Citilink Indonesia sebelumnya memberlakukan kebijakan baru terkait biaya bagasi tercatat dalam setiap penerbangan domestik mulai Jumat (8/2/2019).

Ketentuan bagasi tercatat ini hanya akan diberlakukan untuk penerbangan domestik saja. Sementara khusus penumpang CitilinkIndonesia rute internasional serta penumpang yang telah menjadi member Supergreen dan Garudamiles atau penumpang yang membeli "Green Seat" akan tetap mendapatkan gratis bagasi 10kg. (tribunnews.com)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved