Berita Kabupaten Ende

PMKRI Ende Ajak Masyarakat Tolak Berita Hoax

PMKRI Cabang Ende mengajak masyarakat untuk menolak berita bohong atau hoax, politik uang dan kampanye hitam yang tidak sesuai dengan asas dalm

PMKRI Ende Ajak Masyarakat Tolak Berita Hoax
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
DEMO/PMKRI Ende Saat Melakukan Aksi Demo, Rabu (30/1/2019).

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---PMKRI Cabang Ende mengajak masyarakat untuk menolak berita bohong atau hoax, politik uang dan kampanye hitam yang tidak sesuai dengan asas dalm berdemokrasi serta mengajak masyarakat untuk turut mengawasi jalannya Pemilu.

Demikian pernyataan sikap PMKRI Cabang Ende yang diterima Pos Kupang.Com, Kamis (31/1/2019) di Ende.

Pernyataan sikap yang diberi tema menuju Pemilu 2019 yang berasaskan Luber dan Jurdil, PMKRI Ende juga mengajak semua elemen masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam pemungutan suara yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 serta d tuntut untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dan bertanggung jawab.

BREAKING NEWS :Dilaporkan Hilang,Siswa SD di Kupang Ternyata Dilarikan Sopir Bemo

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do Ingatkan Kades Hindari Praktek Perjudian dan Perselingkuhan

Ketua Presedium Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Santo Yohanes Don Bosco, Yanuarius Oyen Tibo mengatakan bahwa pesta demokrasi lima tahunan menjadi bagian tersendiri dalam sejarah negeri ini, pemilu menjadi bagian dari demokrasi yang wajib dijalankan atas amanat kostitusi, setiap orang mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam karidor hukum negara ini.

Dikatakan hak untuk memilih dan dipilih, hak untuk berekspresi, hak untuk berpihak serta hak-hak dan kewajiban yang lain yang dianut oleh negara yang memiliki sistem demokrasi.

Dalam undang-undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 pasal 1 ayat 1 pemilihan umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tentunya bahwa dalam mengimplemenkan konteks ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyelewenan sehingga pemilu terkesan cacat produser. Generasi penerus mesti menganggap Pemilu sebagai hal yang organ, dimana persatuan dan kesatuan, serta ideologi bangsa menjadi taruhan akibat dari manifestasi politik dalam perebutan kekuasaan,ujar Oyen.

Dalam menyelenggarakan pemilu,penyelenggara pemilu harus melaksanakan Pemilu berdasarkan pada asas Luber-Jurdil dengan memenuhi prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, proporsional akuntabel, efektif dan efesien.

Dikatakan sebagai salah satu pilar demokrasi mahasiswa merasa tergerak hatinya untuk memperjuangkan kembali melalui berbagai cara dan metode untuk mengarahkan masyarakat agar kembali kepada proses demokrasi yang sesungguhnya.

Sebagai organisasi perjuangan (PMKRI) memiliki andil dan komitmen besar untuk kembali menegakan praktik-praktik demokrasi yang keliru melalui aksi seruan moral menyongsong Pemilu 2019,ujar Oyen.  (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved