berita NTT Terkini

Jamkrindo Bertekad Beri Layanan Prima Kepada UMKM dan Koperasi di NTT

Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bertekad akan terus memberikan pelayanan prima kepada mitra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKAM)

Jamkrindo Bertekad Beri Layanan Prima Kepada UMKM dan Koperasi di NTT
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI. Direktur Utama Jamkrindo, Randi Anto Kepala SMA 7 Kota Kupang, Vinsesius Sasi bersama di SMA 7. Kamis (31/1/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bertekad akan terus memberikan pelayanan prima kepada mitra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKAM) serta koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh direktur utama Jamkrindo, Randi Anto, kepada Media, Kamis (31/1/2019) usai menyerahkan bantuan kepada SMA Negeri 7 Kota Kupang.

Randi mengatakan, sebelumnya Perum Jamkrindo telah terlibat aktif menyalurkan bantuan program kemitraan kepada para petani mete di Ilepadung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur.

Melalui pemberian pendampingan usaha dan pemberian fasilitas kredit kemitraan kepada Kelompok Tani Mete St Antonio, Perum Jamkrindo telah membantu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat desa setempat hingga berkali-kali lipat.

PLTA Sita Borong Beroperasi, Masyarakat Manggarai Timur dapat Pasokan Listrik Energi Baru Terbarukan

"Model pendampingan dan pemberdayaan kelompok tani mete St Antonio tersebut kami jadikan sebagai role model bagi pemberdayaan kelompok masyarakat di wilayah lain karena dampaknya yang signifikan bagi pengentasan masyarakat yang kurang sejahtera” ujar Randi.

Saat ini, Perum Jamkrindo memiliki jaringan kerja di 9 Kantor Wilayah, 1 Kantor Cabang Khusus, 56 Kantor Cabang, dan 16 Kantor Unit Pelayanan (KUP).

Randi menambahkan, di tahun 2019 ini volume penjaminan mencapai 200 triliun atau naik 17 hingga 20 persen dari tahun sebelumnya.

"Kita tergetkan, tahun ini volume penjaminan naik. Sebelumnya 170 triliun, tahun ini naik sekitar 17-20," ungkap Randi.

Ia menjelaskan target kenaikan volume tersebut siginifikan karena didukung dengan banyaknya berbagai kegiatan di bidang ekonomi, juga karena implementasi PP Nomor 35 Tahun 2018 tentang peran perusahaan umum jaminan kredit Indonesia. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved