Berita Kabupaten Kupang

Sungguh Menyedihkan Siswa SDN Tuakau KBM Dalam Bangunan Seperti Ini

Bangunan SDN Tuakau yang menjadi tempat KBM bagi 127 siswa sangat menyedihkan,nyaris roboh.

Sungguh Menyedihkan Siswa SDN Tuakau KBM Dalam Bangunan Seperti Ini
ISANDA NGGADAS Untuk POS-KUPANG.COM
Siswa SDN Tuakau belajar dalam kondisi ruangan kelas yang sangat menyedihkan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Bangunan SD Negeri Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang nyaris roboh.

Bangunan terdiri dari bebak namun tidak utuh menutup ruangan, atap daun gewang yang sudah lapuk sehingga berlubang dan saat hujan maka tanah di dalam ruangan kelas  menjadi becek  menjadi tempat belajar bagi 127 siswa setiap hari.

Kematian Calon Pengantin Sebelum Pernikahan, Keluarga : Peristiwa Ini Sepertinya dirancang Khusus

Guru, Pegawai dan Siswa SMK 5 Kupang Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

Atap sudah banyak yang bocor, dinding pun sudah tidak utuh lagi. Jika hujan angin maka siswa kelas 1,2 dan kelas 3 dipulangkan karena kondisi bangunan yang tidak memadai lagi.

Siswa SDN Tuakau sementara belajar
Siswa SDN Tuakau sementara belajar (ISANDA NGGADAS Untuk POS-KUPANG.COM)

Sedangkan siswa kelas 6 dipindahkan kegiatan belajar mengajar di kantor UPT translok Nuataus karena kelas persiapan ujian.

Salah satu orang tua siswa, Isanda Nggadas yang menghubungi POS-KUPANG.COM, Rabu (30/1/20190 mengatakan, Kepala Sekolah Markus Taosu, terpaksa memindahkan siswa kelas 6 untuk melakukan kegiatan belajar di sementara kelas 1,2 dan 3 terpaksa di pulangkan apabila hujan.

"Jika hujan angin, kondisinya memprihatinkan, di saat hujan angin orang tua sangat kawatir takut sekolah roboh menimpa anak dan guru

Siswa SDN Tuakau sementara berdiri di depan bangunan sekolah
Siswa SDN Tuakau sementara berdiri di depan bangunan sekolah (ISANDA NGGADAS Untuk POS-KUPANG.COM)

Kondisi ruang kelas disaat hujan karena lantai tanah becek, akibat atap daun gewangnya sudah lapuk. Hampir sebahagian besar atap di tiap ruangan kelas 1,2,3 dan 6 berlubang," ujarnya.

Menurut Isanda, sejak tahun 2007 dimana sekolah ini dirintis, orang tua selalu memperbaiki. "Setiap tahun kondisi ini selalu disampaikan dalam musrembang desa dan kecamatan namun tidak ada jawaban membuat orang tua putus harapan," ungkapnya

Guru SDN Tuakau sementara mengajar
Guru SDN Tuakau sementara mengajar (ISANDA NGGADAS Untuk POS-KUPANG.COM)

Isanda mengungkapkan pernah tahun 2009 ada bantuan dari dana DAK sejumlah 3 ruang kelas namun sampai saat ini pembangunannya tidak selesai (kasus) dan masyarakat tidak tahu karena mereka tidak dilibatkan

Di tahun 2012, orang tua siswa berswadaya dengan dibantu oleh seorang tokoh masyarakat yakni Agus Ya menyumbang 100 lembar seng dan orang tua murid bersedia dengan sumbang tenaga dan kayu untuk membangun dua ruang kelas yang darurat. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved