Opini Pos Kupang

Damyan Godho Legenda Pers NTT, Selamat Jalan Guru, Orangtua dan Pemimpin

Saya mengingat catatan Bapak Damyan Godho atau biasa disapa Om Dami tentang SKH Pos Kupang

Damyan Godho Legenda Pers NTT, Selamat Jalan Guru, Orangtua dan Pemimpin
Pos Kupang
Damyan Godho 

Oleh Pater Edu Dosi, SVD
Pakar Komunikasi

POS-KUPANG.COM- Saya mengingat catatan Bapak Damyan Godho atau biasa disapa Om Dami tentang SKH Pos Kupang yang didirikannya. Sang legenda pers ini mencatat bahwa dalam perjalanan ke Restoran Pantai Timor, Kupang, Senin sore 30 November 1992, tempat akan berlangsungnya Acara Peresmian POS KUPANG di benaknya penuh khayalan.

Dengan hati berbunga-bunga membayangkan koran yang akan diterbitkan perdana esok hari Selasa 1 Desember 1992: "Suatu hari nanti, POS KUPANG seperti KOMPAS beredar luas. Dibaca banyak orang, dipercaya dan disayangi...di halte-halte, di bawah tiang listrik, di pasar dan dimana-mana terlihat orang asyik membaca...setidaknya membawa koran di tangan". Koran itu adalah POS KUPANG yang telah menjadi kebutuhan.

Setelah mimpinya sebagian menjadi kenyataan sang Khalik memanggilnya kembali ke rumah Ilahi, di kampung keabadian tempat kenyang pada segala musim. Di sana keindahan cinta diberitakan seperti halnya Om Dami memberitakannya pada surat khabar Pos Kupang dengan segala kelebihan dan kekurangan serta kelemahannya. Tuhan sudah meminjamkan Om Dami kepada kita,dan kita merasa bahagia karena pernah memiliki dia.

Kematian telah mendekatinya pada jam 1.30 dini hari 29 Januari 2019, setelah kurang lebih semenit Om Dami menggenggam erat jemari Rany putrinya lalu menghembus nafas terakhir.

Guru, Orangtua, Pemimpin

Kita pernah memiliki Om Dami, kita mengalami bahwa beliau sosok yang dihadiahkan Tuhan bagi kita. Kita pernah merasakan susah senang hidup bersama dia. Kita mengenal dia dalam banyak ragam pengalaman. Pada saat kematiannya kita mengingat dan merenungkannya.

Dalam kisah hidup, Dion DB Putra, Pemimpin Redaksi Pos Kupang tak bisa melupakan Om Dami. Dion menyebut bahwa baginya Om Dami adalah pemimpin, orangtua dan guru kehidupan.

Dari sisi pers, Om Dami adalah guru wartawan. Guru wartawan yang profesional adalah guru yang mengajar bahwa panggilan wartawan bukan sekadar sebagai suatu kewajiban dan mata pencaharian tapi sebagai panggilan hidup yang dijalani dengan sepenuh hati, kesungguhan otak dan hati sanubari serta bekerja untuk suatu tujuan mulia.

Panggilan ini dijalani dengan pembawaannya yang sederhana, bernyali, tegas, kritis, rendah hati, konsisten, teguh pada jalan kebenaran. Om Dami bisa marah dan terus terang tapi dia sangat kebapaan yang merangkul wartawan dan karyawan Pos Kupang. Vian Burin menulis bahwa Om Dami mentor yang keras tetapi sebenarnya baik hatinya.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved