Berita Kabupaten Sikka

BREAKING NEWS : Longsor di  Ri’i Pu’a, Maumere-Ende Macet Lima Jam

Longsor kembali terjadi pada lalu lintas jalan nasional Maumere-Ende di Pulau Flores tepatnya di Ri’i Pu’a, Desa Bhera, Kecamata Mego,

BREAKING NEWS : Longsor di  Ri’i Pu’a, Maumere-Ende Macet Lima Jam
Foto/Fery Avales
Longsor  di jalan nasional  Maumere-Ende di  Desa  Bhera,Kecamatan Mego, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores,  Propinsi NTT,   Rabu   (30/1/2019).   

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Longsor  kembali  terjadi pada lalu lintas jalan nasional  Maumere-Ende   di  Pulau  Flores   tepatnya  di  Ri’i  Pu’a, Desa Bhera, Kecamata Mego, Kabupaten  Sikka,  Rabu  (30/1/2019)   pukul   03.30 Wita  mengakibatkan  kemacetan   total selama   lima  jam.

“Selama  lima  jam lalu lintas Maumere-Ende macet total. Lalu  lintas  bisa normal  pukul  09.35  Wita setelah  warga motong potong pohon  tumbang dan bantuan  eksavator  membersihkan longsor,” kata  Sekretaris  Camat Mego, Fery Avales,   dihubungi  POS-KUPANG.COM,  Rabu   dari Maumere.

Fery  mengatakan,  material longsor  dan  pohon  besar menghalangi  jalan trans  selatan  Pulau   Flores.  Ratusan kendaraan    dari arah barat ke timur dan sebaliknya membentuk  antrian.

Di Ende : Hadiri Pesta sebagai Tamu Malah Oknum Pemuda ini Cabuli Anak Tuan Pesta

Guru Guru Wanita Cabuli 5 Muridnya, Korban Diiming-imingi Imbalan Rp2000 Berbuat Tak Senonoh

Ia  menambahkan, Camat Mego,  Bari  Fernandez,   Damramil Paga, Kapten  (Inf)  Samuel  N. Guba,  Kapospol  Mego, Vinsensius, dan   Babinsa  Mego, Sudin   hadir  di  lokasi menyaksikan pembersihan  longsor.

Fery mengatakan, potensi longsor  di  wilayah  Ri’i Pu’a sampai Lekebai  sangat rawan.   Struktur   tanah labil  pada  tebing dan  pepohonan  muda timbang   bila hujan lebat turun  terus-menerus.

“Kita  harapkan setiap pelintas   jalan lewati di  lokasi  harus  ekstra  waspada agar  tidak sampai menjadi korban,” imbau  Fery.  

13 Meninggal

Sementara itu, bencana banjir dan longsor di NTT sejak Desember 2018 hingga Januari 2019 mengakibatkan 13 Orang Meninggal Dunia.

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTT, Tini Thadeus, S.H saat ditemui di Gedung DPRD NTT, Senin (28/1/2019).

Menurut Tini, selama periode musim hujan hingga saat ini ada 13 orang meninggal dunia. "Dominan korban meninggal akibat banjir dan longsor. Banjir ini di Sikka dan TTS sempat menelan korban lebih dari satu," kata Tini.

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved