Berita Nasional

Begini Detik-detik Kejadian Penumpang Avanza Tenggelam di Sungai Brantas  

Hartoyo masih ingat benar detik-detik mobil Toyota Avanza tiba-tiba meluncur masuk ke dalam Sungai Brantas Ngunut diTulungagung, Jawa

Begini Detik-detik Kejadian  Penumpang Avanza Tenggelam di Sungai Brantas  
Surya.co.id/
David Yohannes Hartoyo (berbaju merah) bersama Lettu (Mar) Haerudin, Komandan Penyelam Yon Taifib, Senin (8/1/2019), saat mencari korban mobil Avanza yang meluncur masuk Sungai Brantas Tulungagung, Jawa Timur. 

POS KUPANG.COM - - Hartoyo masih ingat benar detik-detik mobil Toyota Avanza tiba-tiba meluncur masuk ke dalam Sungai Brantas Ngunut diTulungagung, Jawa Timur, Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Mobil bernomor polisi L 1146 BF yang dikemudikan oleh Waridi, warga Surabaya, itu meluncur saat menyeberang Sungai Brantas dengan kapal penyeberangan atau yang biasa disebut dengan tambangan.

"Mobil ini awalnya mau mundur, tapi tidak kuat. Dua orang kemudian turun disuruh memberi aba-aba," ungkap Hartoyo saat ditemui di Mapolsek Ngunut, Sabtu malam.

Pada usaha mundur yang kedua, mobill kembali tidak kuat menanjak dan langsung meluncur ke dalam sungai.

Hartoyo adalah orang yang berjasa menyelamatkan Waridi. Saat mobil itu tercebur, dia buru-buru mengikat ban dengan selang panjang lalu menyerahkan ujung selang kepada anaknya, Cahyo, agar dipegangi.

Hartoyo kemudian menceburkan diri ke Sungai Brantas berusaha mengejar mobil yang tercebur itu.

"Saat saya masuk sungai, mobilnya belum tenggelam. Saya teriaki supaya keluar, tapi sepertinya pintu terkunci," ungkap Hartoyo.

Hartoyo terus mengikuti mobil yang hanyut ke arah barat. Jarak sekitar 100 meter, Waridi berhasil keluar dari kaca yang terbuka.

BREAKING NEWS ! Calon Pengantin Siap Menikah  Si Pria Meninggal Dunia dalam Tabrakan

Tidak lama kemudian seorang warga lainnya, Rully tiba dengan baju pelampung. Hartoyo dan Rully berhasil menjangkau Waridi yang hanya kelihatan kepalanya.

"Ada pemancing di tepi sungai yang bawa senter. Dia yang menyorot ke arah sopir sebelum kami jangkau," ungkap Hartoyo.

Saat Waridi memegang ban yang menjadi pelampung Hartoyo, Cahyo kemudian menarik selang pengikat ban itu.

Masih menurut Hartoyo, Waridi sangat terpukul. Saat didekati dia sama sekali tidak minta tolong. Dia hanya terus merintih memanggil nama Fitri, anaknya.

"Saya sudah lemas, sudah tidak kuat lagi. Setelah ditarik ke tepi, barulah saya merasa lega," pungkas Hartoyo.

Waridi, Hartoyo dan sejumlah saksi langsung dibawa ke Mapolsek Ngunut untuk dimintai keterangan. Sepanjang hari itu, Waridi masih terpukul dan tak bisa diajak bicara. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved