Berita Kabupaten Lembata

Romo Sinyo da Gomes ! Panti Butuh Pertolongan Kita

Deken Dekenat Lembata, Keuskupan Larantuka, Romo Sinyo da Gomes, mengatakan keberadaan anak-anak di panti asuhan membutuhkan pertologan kita.

Romo Sinyo da Gomes ! Panti Butuh Pertolongan Kita
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
ANAK PANTI -- Beberapa anak di Panti Asuhan Eugene Smith Lewoleba, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Deken Dekenat Lembata, Keuskupan Larantuka, Romo Sinyo da Gomes, mengatakan keberadaan anak-anak di panti asuhan membutuhkan pertologan kita.

Uluran tangan kita akan membantu meringankan penderitaan mereka dalam menapaki hari-hari yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan Romo Sinyo saat memberikan sambutan pada acara peletakkan batu pertama pembangunan gedung Panti Asuhan Eugene Smith di Lamahora, Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Selasa (29/1/2019).

Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, sejumlah pastor dan suster serta Ketua Yayasan Pondok Kasih Indah Lewoleba, Maksi Watun. Hadir pula sejumlah warga yang berdomisili di sekitar Panti Eugene Smith serta beberapa pengusaha lainnya.

Penanganan Pasca Bencana ! Pemerintah Lembata Prioritaskan Desa Alap Atadei 

Romo Sinyo mengatakan, pembangunan gedung panti asuhan tersebut merupakan salah satu bukti betapa anak-anak di panti ini tidak sendirian. Masih ada sesama warga yang secara ikhlas mau mengulurkan tangan untuk membantu anak-anak di panti tersebut.

Bantuan itu, katanya, adalah berkat. Bantuan juga sebagai bukti betapa kasih Tuhan selalu menyertai kita semua, termasuk anak-anak dan pengelola panti asuhan ini. Oleh karenanya, bersandarlah selalu pada Tuhan sebagai penyelenggara seluruh hidup manusia.

Ia juga menyebutkan, selama ini tak sedikit bantuan dan perhatian dari pelbagai pihak terhadap eksistensi panti tersebut. Ini merupakan wujud kepedulian antarsesama sebagai insan beriman dalam hidup sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Kasih Indah yang menaungi Panti Asuhan Eugene Smith Lewoleba, Maksi Watun, mengatakan, panti asuhan tersebut kini ditempati 48 anak. Anak-anak itu bukan datang dari latarbelakang keluarga yang tak berpunya atau karena mereka yatim atau piatu.

Anak-anak itu adalah mereka yang hidup tanpa kasih sayang orang tua dan keluarga. Keberadaan anak-anak itulah yang diterima untuk tinggal di panti tersebut. Selama di tempat itu, mereka diberi perhatian dengan penuh kasih sayang.

Ia menyebutkan, dulu jumlah anak panti tersebut sebanyak 80-an orang. Dari jumlah itu banyak yang sudah dewasa sehingga bisa hidup mandiri. Bahkan ada seorang anak panti yang sekarang sedang mengikuti pendidikan jenjang S2 dan yang satunya lagi kuliah di APK Kupang.

"Meski ini panti asuhan tapi kami mandiri. Banyak juga donatur yang mengulurkan bantuan kepada anak-anak di sini, termasuk gedung panti yang kini sedang dibangun. Di sini anak-anak hidup apa adanya. Mungkin karena itu sehingga bantuan selalu datang," ujar Maksi. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved