Berita Religi

Wow Megabudhi Tumbuh Dalam Semangat Kitab Suci Tipitaka Pali

Visi yang diperjuangkan Magabudhi ialah meringankan dan membebaskan makhluk hidup dari penderitaan untuk mencapai kesejahteraan.

Wow Megabudhi Tumbuh Dalam Semangat Kitab Suci Tipitaka Pali
ist
Megabudhi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Orys Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) Provinsi NTT bertekad untuk terus bertumbuh secara pribadi maupun komunal dalam menjalankan visi dan misi majelis dalam semangat Kitab Suci Tipitaka Pali.

Visi yang diperjuangkan Magabudhi ialah meringankan dan membebaskan makhluk hidup dari penderitaan untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan berdasarkan Kitab Suci Tipitaka Pali.

Ketua Magabudhi Provinsi NTT, Indra Effendy kepada Pos Kupang, Sabtu (12/1/2019), mengatakan, Magabudhi Provinsi NTT dibentuk pada 24 Desember 2014. Di kota besar lainnya di Indonesia sudah terbentuk lebih dulu karena pembinaan, baik dari pemerintah maupun lembaga agama sudah lebih dulu berjalan.

KPK Sayangkan Lambannya Pemecatan PNS Koruptor, dari 2.375 Orang Baru 891 Diberhentikan

Indra mengatakan, awalnya Bimas Hindu dan Buddha di Kementrian Agama Wilayah Provinsi NTT digabung menjadi satu.

Namun, kata Indra, setelah ada nomenklatur yang baru soal pemisahan Bimas Hindu dan Buddha, di Kementrian Agama Wilayah Provinsi NTT, hadir seorang Pembimas Buddha untuk melayani umat Buddha di daerah ini.

Menurut Indra, dengan adanya Pembimas Buddha, muncullah perhatian dari pemerintah kepada umat Buddha di NTT.

Begitupun dengan perhatian dari lembaga agama, dalam hal ini Magabudhi.

Alami Defisit 85 Miliar, Gubernur Viktor Sebut TTS Alami Defisit Moralitas dan Integritas

Dia mengatakan, pada bulan Juli 2017 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Vihara Pubbaratana oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat itu dan dihadiri oleh Forkopimda Provinsi NTT dan perwakilan dari lembaga agama lain dan undangan.

"Saya tentunya bersyukur Magabudhi bisa berkembang, walau perlahan. Di NTT kami baru bentuk lagi di Sikka," jelas Indra. Jumlah anggota Magabudhi di Kupang sendiri, kata Indra, belum begitu banyak, baru mencapai 15 orang, namun mereka tetap bersemangat menghidupkan Magabudhi.

Indra mengatakan, berbagai kegiatan baik internal majelis maupun eksternal yang berhubungan dengan masyarakat dan lembaga terus mereka kembangkan.

Kegiatan internal mencakup pembinaan dan pengembangan kepengurusan Magabudhi di seluruh kabupaten/kota di NTT, peningkatkan keterampilan manajemen, swadana dan kualitas sumber daya manusia organisasi Magabudhi.

Di bidang pelayanan, kata Indra, mencakup peningkatan kualitas dan pelayanan kepanditaan seluruh anggota Magabudhi dan menjalin kerja sama dengan komponen Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) dan Dayaka Sabha Vihara / Cetiya Theravada dan Upasaka/Upasika di seluruh Indonesia.

Bencana Banjir dan Longsor di NTT, 13 Orang Meninggal Dunia

Sebagai ketua Magabudhi, Indra berharap setiap anggota terus membangun keakraban yang erat antar pengurus dan terbangun komunikasi yang baik.

Selain itu, katanya, meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial yang menjangkau setiap kalangan agama maupun masyarakat dimana anggota Magabudhi berada. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved