Berita Ekonomi Bisnis

YLKI Minta OJK Tingkatkan Pengawasan kepada Industri Perbankan

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan OJK untuk meningkatkan pengawasan terhadap industri perbankan

YLKI Minta OJK Tingkatkan Pengawasan kepada Industri Perbankan
Kompas.com
Logo OJK 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia  atau YLKI meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk meningkatkan pengawasan terhadap industri perbankan.

Pengaduan konsumen terbanyak yang masuk ke YLKI dari sektor jasa keuangan.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (25/1/2019) mengatakan, pihaknya meminta kepada OJK untuk meningkatkan pengawasan terhadap industri jasa keuangan.

"Agar tidak semakin banyak lagi daftar masyarakat yang dirugikan," katanya.

Menurutnya, tren pengaduan konsumen di sektor jasa keuangan tercatat berada di urutan pertama hingga menyumbang porsi 50 persen di sepanjang 2018.

Sri Mulyani Minta Kades Turunkan Angka Kemiskinan

Sri Mulyani Bilang Pembangunan Infrastruktur Bukan untuk Kepentingan Presiden Joko Widodo

Persoalan seputar menjadi kontribusi utama jumlah pengaduan tertinggi.

Ia mengatakan, dari total 234 pengaduan di sektor jasa keuangan, keluhan konsumen terhadap bidang perbankan tercatat sebanyak 103 pengaduan.

Selanjutnya mengekor pinjaman online sebanyak 81 aduan, asuransi 21 aduan, leasing 21 aduan dan uang elektronik sebanyak delapan aduan.

Permasalahan yang paling banyak dikeluhkan konsumen antara lain:

* Gagal bayar sebanyak 36 aduan

* Administrasi 23 aduan

* Kehilangan 18 aduan.

"Ada juga yang seputar perjanjian yang tidak sesuai ada tujuh aduan, penolakan lelang empat aduan, ATM bermasalah tiga aduan, informasi appraisal dua aduan, informasi data dua aduan, remittance satu aduan dan take over satu aduan dan lainnya lima aduan," kata Tulus.

Sementara, dari sisi pelaku usahanya PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk menjadi perusahaan yang paling tinggi dikeluhkan masyarakat dengan 15 aduan.

Lalu mengikuti, PT Bank Mandiri (persero) Tbk 14 aduan, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk 13 aduan, PT Bank Mega Tbk 10 aduan, PT Bank CIMB Niaga Tbk tujuh aduan, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk enam aduan dan perbankan lainnya. 

Editor: Hermina Pello
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved