Deker Putus Total di Desa Letmafo Timur, 12 Desa Terisolir

Sebuah Deker Putus Total di Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Mengakibatkan 12 Desa Terisolir

Deker Putus Total di Desa Letmafo Timur,  12 Desa Terisolir
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Sebuah deker yang ada di wilayah Desa Letmafo Timur putus total. Gambar diambil, Sabtu (26/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sebuah Deker Putus Total di Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Mengakibatkan 12 Desa Terisolir.

Putusnya deker karena curah hujan yang sangat tinggi melanda wilayah tersebut, sehingga membuat 12 desa di Kecamatan Insana dan Kecamatan Biboki Selatan terisolir.

Hal itu karena deker tersebut menjadi satu-satunya deker alternatif sejak jembatan yang ada di Desa Botof putus total pada bulan Desember 2018 lalu.

Amankan Pasola di Kodi, Polisi Operasi Senjata Tajam dan Miras

Salah seorang warga yang diketahui bernama Albertinus mengatakan, warga 12 desa yang ada di dua kecamatan yakni Insana dan Biboki Selatan dipastikan sulit untuk diakses.

"Ini deker satu-satunya alternatif jalan bagi kami masyarakat disini. Karena sebelumnya jembatan jalur utama di Botof putus beberapa waktu lalu sehingga kami warga 12 desa tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (26/1/2019).

Kehadiran Menteri Keuangan di Maumere Bisa Berdampak Pembangunan Jalan Trans Utara Flores

Albertinus mengatakan, warga yang hendak ke pasar untuk menjual barang dagangannya terpaksa harus transit terlebih dahulu di tepat ujung deker tersebut.

"Setelah transit, baru mereka ke sebelah untuk melanjutkan perjalanannya ke pasar. Jadi harus transit dulu ketika sampai disini," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar pemerintah secepatnya memperbaiki deker tersebut sehingga mobilisasi masyarakat di dua kecamatan tersebut tidak terhambat.

"Kami minta supaya pemerintah segera membuat jembatan darurat sehingga akses transportasi untuk kami disini tidak terhambat," ucapnya.

Albertinus menjelaskan, deker tersebut harus segera diperbaiki, sebab jika tidak segera di perbaiki maka akan mengancam nyawah bagi siapa saja yang melewatinya.

Saat ini, tambah Albertinus, warga di sana sedang membuat jembatan darurat dari kayu yang hanya dapat dilewati oleh sepeda motor saja. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved