Menkeu Sri Mulyani Indarwaty Ingatkan Kades Perhatikan  Ibu Hamil dan  Gizi Balita

kepada para kepala desa di seluruh Indonesia dibeberkan Menteri Keuangan atau Menkeu RI, Dr. Sri Mulyani Indarwaty , ketika bertemu para kep

Menkeu Sri Mulyani  Indarwaty Ingatkan Kades Perhatikan  Ibu Hamil dan  Gizi Balita
Pos Kupang.com/Eugenius Moa
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A Menteri Keuangan  RI, Dr. Sri Mulyani  Indarwaty memberikan  materi  desiminasi  dana   desa di  Aula  Sikka Convention  Center   di Maumere,Pulau  Flores, Propinsi NTT,  Jumat  (25/2019). 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE----Kabar  baru kepada   para  kepala   desa di seluruh Indonesia dibeberkan Menteri  Keuangan atau Menkeu  RI, Dr. Sri Mulyani  Indarwaty,  ketika  bertemu para  kepala  desa di  Kabupaten  Sikka, Flores  Timur dan  Kabupaten Ende dalam  desiminasi  dana  desa,  Jumat (25/1/2019) di  Kota Maumere, Pulau  Flores, Propinsi NTT. Menkeu di Kabupaten Sikka

Jika  selama ini  dana  non  fisik  hanya  disediakan  untuk  biaya  operasional sekolah, kini  pemerintah pusat menyediakan  dana   non fisik  baru   yakni bantuan  operasional  penyelenggaraan kesetaraan. Museum dan  taman budaya  bahkan  tersedia pula  dana  pelayanan kepariwisataan  dan bantuan pelayanan pengolahan sampah.  Menkeu di Kabupaten Sikka

“Dana  alokasi khusus tujuannya   agar semua  kehidupan masyarakat mendapat pelayanan  yang baik,” tandas Sri Mulyani.  Menkeu di Kabupaten Sikka

BREAKING NEWS: Saat Panjat Papan Baliho, Tukang di Kupang Nyaris Tewas Tersengat Listrik

Menkeu  mengharapkan  semua  pimpinan  di  daerah   punya komitmen  untuk berprestasi. Ketika  pemerintah  daerah   berprestasi,  pemerintah pusat memberikan  insentif.

“Macam-macam  insentifnya. LKPP-nya   di sini  banyak  yang   belum    wajar tanpa  pengecualian   (WTP)  adalah kualitas  paling tinggi   akuntansi pelaporan  keuangan,”  katanya.

Sri  Mulyani minta  kepala  desa  berperan lebih aktif  menurunkan angka kemiskinan   yang  lebih  cepat,  penurunan anak-anak kurang gizi dan  stunting (cebol).

“Kami  ingin  daerah  berlomba-lomba  untuk  mencapai prestasi  dan  kami berikan insentif   tambahan di luar   dana alokasi umum  di  kabupaten yang memiliki prestasi. Saya akan  berikan dana  lebih sebagai  hadiah  kenaikan yang terus meningkat,”  ujarnya.

“Saya minta  kepala  desa di sini   mulai berpikir, saya  (kepala  desa)  sudah menyumbangkan berapa  dari  berbagai capaian   tersebut. Desa  sudah membangun  berapa posyandu, polindes,  jalan,  jembatan  dan  air  bersih,” tegas Sri Mulyani.

Dikatakanya, gizi  buruk  menjadi pertaruhan bangsa. Gizi  buruk  anak  pada usia  0-5  tahun  harus  dicegah, sebab percuma  ketika  usia  lima   tahun  ke atas dikasih susu dan telur, otaknya   tidak bisa  bertumbuh dengan  baik.   

“Kepala  desa harus memperhatikan  semua  ibu-ibu yang sedang  hamil, melahirkan hingga  anak berusia  tiga  tahun. Tolong ini saya  titip betul. Seluruh  kepala  desa  perhatikan  gizi   balita dan  ibu hamil. Karena itu, saya  ingatkan posyandu dan polindes menjadi sangat penting,”  tandas  Sri Mulyani.

Untuk tahun  2019,  kata  Sri Mulyani, Pemda wajib menyampaikan  laporan secara  cepat anak-anak  kurang gizi  harus berkurang untuk  mencapai  target nasional.

“Saya titip   ini  bukan untuk saya,  bukan juga untuk  Bapak  Presiden  tetapi untuk anak-anak kita nanti  menjadi  generasi penerus,”  tandas  Sri  Mulyani.

Diseminasi dana   desa  dihadiri   Ketua  Komisi  XI  DPR  RI,  Drs.Melchias Markus Mekeng,  Dirjen  Perimbangan Keuangan, Astera  Primanto    Bhakti, Bupati  Sikka,  Fransiskus  Roberto   Diogo,  Bupati  Lembata, Yentji  Sunur, Bupati   Flores  Timur,  Anton Hadjon, dan  Bupati  Ende, Marsel  Petu, pimpinan  DPRD dan  kepala    Dinas  Pemberdayaan Masyarakat  Desa  (PMD). *

 
  

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved