Berita NTT Terkini

Kunjungi Nusa Tenggara Timur, Fahri Hamzah Beberkan Isu Tenaga Kerja Migran

Kunjungi Nusa Tenggara Timur, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah Beberkan Isu Tenaga Kerja Migran

Kunjungi Nusa Tenggara Timur, Fahri Hamzah Beberkan Isu Tenaga Kerja Migran
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sewaktu memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Kupang, Kamis (24/1/2019). 

Kunjungi Nusa Tenggara Timur, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah Beberkan Isu Tenaga Kerja Migran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan rombongan mengunjungi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Rombongan tersebut diterima dan dijamu Gubernur Viktor Laiskodat di Ruang Rapat Gubernur, Gedung Sasando, Kota Kupang, Kamis (24/1/2019).

Tujuan dari kunjungan tersebut ialah membahas isu Tenaga Kerja Migran (TKM).

BMKG Imbau Warga Kota Kupang Jangan Beraktivitas di Pantai Saat Hujan Lebat dan Angin Kencang

Fahri Hamzah mengatakan, isu TKM bukan lagi sebagai isu yang sensitif.

"Tetapi kita jadikan isu yang progresif. Dunia sekarang sudah sangat berkembang, dan kita mesti ambil bagian. Kami ketemu dengan Gubernur, kebetulan dia punya determinasi adanya moratorium untuk memperbaiki sistemnya terlebih dahulu. Saya kira itu sangat senada dan yang diharapkan adalah jangan sampai berlanjut pengiriman tenaga kerja yang tidak sesuai dengan standar dan keterampilan. Sehingga akhirnya warga kita jadi korban," katanya, Kamis (24/1).

Elisabeth Nggai Lantik 26 Ajudikasi dan Satgas PTSL Manggarai Timur

Dia menjelaskan, semua pihak perlu memperbaiki sistem pengiriman TKM, baik sebelum penempatan, penempatan, maupun pasca penempatan.

"Sebelum penempatan, harus ada jaminan pelatihan, tidak hanya secara psikologi dan pengetahuan. Orang-orang harus dipersiapkan karena akan ke negara orang lain," ujarnya.

Kedua, katanya, saat penempatan. "Kita harus memantau jangan sampai ada agen yang ingin jual orang. Karena ini adalah tugas nasional."

"Terakhir, pasca penempatan, reintegrasi dari semua pekerja kita yang ingin kembali harus dimanfaatkan oleh negara. Mereka punya keterampilan, pengalaman, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jangan habis dari sana sebagai devisa, pulang-pulang tapi terbengkalai dan tidak dimanfaatkan," harapnya. (

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved