Editorial Pos Kupang

Konsekuensi dari Biaya Tambahan Bagasi Pesawat

Ketentuan mengenai Bagasi Tercatat diatur dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015

Konsekuensi dari Biaya Tambahan Bagasi Pesawat
eDreams
ilustrasi 

POS-KUPANG.COM - Kebijakan mengenakan biaya tarif tambahan bagi bagasi yang diberlakukan Lion Group ternyata mendorong maskapai lain memberlakukan hal serupa. Sejumlah maskapai mulai memberlakukan biaya tambahan untuk bagasi pesawat. Dari semula berkisar 10-20 kg bebas biaya tambahan, kini berubah jadi 7-10 kg.

Ketentuan mengenai Bagasi Tercatat diatur dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan termasuk kebijakan bagasi tercatat.

Konsul Timor Leste Ngotot Jasad Mahasiswa Unwira Diautopsi, Temukan Info Mengejutkan!

Hasil Indonesia Masters 2019 Hari Ketiga, 7 Wakil Indonesia ke Perempat Final

Ramai Pemberitaan Ahok Bebas, Beginilah Kabar Mantan Istrinya Veronica Tan

Meski sudah disosialisasikan selama 14 hari mulai awal Januari 2019 lalu, namun pemberlakuan bagasi ini masih menimbulkan gejolak. Seperti yang terjadi di Pontianak, Selasa (22/1/2019). Seorang calon penumpang Wings Air marah karena terkena biaya tambahan bagasi Rp 671.000.

Ia membawa bagasi dengan berat 11 kg dari Ketapang-Pontianak-Bandung. Rinciannya, biaya per kilogram tujuan Pontianak sebesar Rp 25.000 dan Pontianak-Bandung Rp 36.000 sehingga total untuk bagasi saja Rp 671.000. Mahasiswa yang hendak diwisuda inipun mengamuk. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pada dasarnya kebijakan mengenakan biaya tambahan pada bagasi pesawat semacam 'hak prerogatif' masing-masing maskapai. Pemerintah hanya meminta untuk sosialisasi selama dua minggu sebelum diberlakukan. Mungkin saja, penumpang di Pontianak tersebut belum mengetahui kebijakan itu. Bisa jadi! Artinya sosialisasi kepada masyarakat belum memadai. Ini menjadi catatan penting bagi manajemen maskapai di tanah air.

Kebijakan maskapai tentu saja mengusik kebiasaan sebagian besar orang Indonesia yang jika bepergian akan merasa 'tak nyaman' jika tak membawa buah tangan atau oleh-oleh.

Beda dengan orang Eropa, Amerika atau Jepang, yang hanya membawa oleh-oleh buat orang terdekat seperti istri dan anak. Bagi orang Indonesia, buah tangan ini tak hanya bagi anak, istri, ibu, bapak atau pacar, tetapi juga teman, tetangga, teman kantor dan sebagainya. Apalagi jika pulang kampung atau mudik.

Tidak heran, jika orang Singapura berkata, "orang Indonesia datang ke sini (Singapura) hanya bawa satu koper, pulang ke Indonesia membawa lima koper".

Kebijakan biaya tambahan bagasi akan memberatkan bagi para calon penumpang asal Indonesia. Mereka kini hanya memiliki dua pilihan, berani bayar lebih atau 'malu' dipergunjingkan karena tak ada buah tangan yang dibawa.

Biaya bagasi bisa jauh lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat. Seperti diwartakan media, Lion mengenakan tarif bagasi tambahan untuk bobot 5 kilogram (kg) sebesar Rp 155.000, 10 kg Rp 310.000, 15 kg Rp 465.000, 20 kg Rp 620.000, 25 kg sebesar Rp 755.000, dan 30 kg sebesar Rp 930.000. Saatnya sekarang bawa bagasi yang isinya secukupnya saja. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved