Ini Usulan Dinkes Kupang Terkait Pemusnahan Sampah Medis

Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mengusulkan agar permasalahan kesulitan pemusnahan sampah medis seperti obat kadaluarsa dan alat suntik,

Ini Usulan Dinkes Kupang Terkait  Pemusnahan Sampah Medis
Pos Kupang.com/Edy Hayong
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Kuji L K Riwu Kaho 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I KUPANG--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kupang mengusulkan agar permasalahan kesulitan pemusnahan sampah medis seperti obat kadaluarsa dan alat suntik, menjadi tanggung jawab puskesmas. Puskesmas bisa menjalin kerjasama dengan rumah sakit yang punya peralatan inseminator karena puskesmas memiliki anggaran sendiri yang cukup besar.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Kuji L K Riwu Kaho, menyampaikan hal ini pada diskusi kegiatan workshop perencanaan Health system strengthening di Hotel Sahid T-More, Kupang, Rabu (23/1/2019).

Dokter Kuji mengatakan, persoalan sampah medis ini memang perlu dicarikan jalan keluar. Langkah yang menurutnya paling bijaksana adalah puskesmas membangun kerjasama dengan rumah sakit yang memiliki peralatan inseminator.

Pasalnya, saat ini memang di Kabupaten Kupang belum ada peralatan untuk memusnahkan sampah medis. Puskesmas bisa membuat MoU dengan pihak rumah sakit yang punya inseminator sambil kedepan menunggu pengadaan peralatan untuk Kabupaten Kupang.

"Saya kira di puskesmas ada anggarannya. Bukan kita di dinkes mau lempar tanggung jawab tetapi puskesmas bisa buat perencanaan kerjasama dengan rumah sakit yang ada inseminator. Ini artinya ada tanggung jawab juga di puskesmas, jangan hanya dibebankan semuanya pada dinas," katanya.

Sebagaimana diberitakan, pihak puskesmas di Kabupaten Kupang selama ini mengalami kesulitan dalam hal pemusnahan obat kadaluarsa dan alat suntik yang tidak terpakai lagi. Terhadap sampah medis ini diharapkan ada solusi yang baik agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Tulisan di Instagram BTP Ahok Bikin Warganet Terharu dan Berkomentar Begini

Persoalan ini terungkap pada diskusi bersama kegiatan workshop perencanaan Health system strengthening di Hotel Sahid T-More, Kupang, Selasa (22/1/2019).

Dalam diskusi kelompok terungkap bahwa dari 26 puskesmas di Kabupaten Kupang baru 12 yang ada tenaga farmasinya. Selain itu 14 puskesmas tanpa PPK.

Obat yang kadaluarsa termasuk alat suntik yang tidak terpakaipun kesulitan dimusnahkan dan hanya menumpuk di puskesmas. Untuk itu peserta diskusi mengusulkan perlu ada  MoU untuk pemusnahan sampah medis.

Terhadap curahan hati pengelola puskesmas yang ada, Kepala Puskesmas Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, drg. Imelda Sudarmadji pada kesempatan ini menyampaikan bahwa untuk puskesmas yang dia pimpin, yang namanya sampah medis mereka melakukan MoU dengan RS Belo.

Pasalnya, di rumah sakit ini ada  inseminator yang memusnahkan sampah medis. Untuk Kabupaten Kupang belum ada inseminator.

"Kami jalin kerjasama dengan Rumah Sakit Belo. Di rumah sakit Belo satu kilo Rp 25 ribu. Jadi saya usulkan ke teman-teman puskesmas lain bisa MoU dengan rumah sakit ini. Kita belum tahu kedepan apakah pemda akan hadirkan inseminator atau tidak," katanya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved