Opini Pos Kupang

Sumur Bor dan Potensi Krisis Air di Kota Kupang

Pemilik sumur bor di beberapa kawasan seperti di Oepura, Tarus, Liliba dan beberapa daerah lainnya di Kota Kupang menjual air

Sumur Bor dan Potensi Krisis Air di Kota Kupang
POS KUPANG/AMBUGA LAMAWURAN
Satu unit mobil tangki sedang mengisi air dari sumur bor milik UD. Pola Permai di Jln. Anggrek, Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Kamis (17/1/2019). 

Oleh Philiphi de Rozari
Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang

POS-KUPANG.COM - Salah satu headline (berita utama) Pos Kupang tanggal 18 Januari 2018 berjudul "Sehari Layani 150 Mobil Tangki: Air Sumur Bor Tidak Pernah Kering". Headline ini membahas tentang pemanfaatan sumur bor di Kota Kupang, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan komersial.

Pemilik sumur bor di beberapa kawasan seperti di Oepura, Tarus, Liliba dan beberapa daerah lainnya di Kota Kupang menjual air yang berasal dari sumur bor kepada warga Kota Kupang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Air yang berasal dari sumur bor dijual dengan menggunakan mobil tangki 5.000 liter dengan harga berkisar antara Rp 75.000 -Rp 200.000.

Masifnya jual beli air yang bersumber dari sumur bor ini disebabkan karena PDAM selaku operator air minum belum mampu menyediakan serta mendistribusikan air bersih kepada warga Kota Kupang.

Film BTS “Love Yourself in Seoul” Puncaki Real Time Box Office, Ini Cuplikan Teasernya

Fakta Mengejutkan Mahasiswa Unwira Kupang yang Ditemukan Tewas di Kamar Kost di Liliba-Kupang

Jangan Ngaku ARMY Jika Tak Tahu Penghargaan yang Diperoleh BTS Sepanjang Tahun 2018

Fenomena masifnya penggunaan air sumur bor seharusnya menjadi peringatan dini bagi seluruh stakeholder yang berada di Kota Kupang terutama Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi.

Pemanfaatan air baik air permukaan maupun air tanah harus dilakukan secara bijaksana. Salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan sumberdaya air adalah prinsip "ecological integrity" atau keutuhan ekologi.

Prinsip ini berpedoman pada keberlanjutan dari pemanfaatan air dimana kualitas dan kuantitas air yang kita gunakan sekarang ini harus mampu dirasakan dan dinikmati pula oleh generasi mendatang dengan kualitas dan kuantitas yang sama pula.

Air akan menjadi barang langka untuk generasi mendatang apabila pemanfaatannya tidak dilakukan secara bijaksana. Fenomena ini berlaku juga dalam memanfaatkan air tanah di Kota Kupang.

Untuk itu pemahaman akan siklus hidrologi oleh seluruh stakeholder merupakan salah satu landasan utama untuk memanfaatkan sumberdaya air secara bijaksana.

Ibarat sebuat saldo di rekening bank, fenomena yang sama juga berlaku pada suatu sistem perairan baik air permukaan (surface water) maupun air tanah (ground water). Dalam rekening, kita dapat mendeteksi dengan jelas penerimaan ada pengeluaran serta saldo uang kita pada waktu tertentu.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved