Berita Internasional

Penyiar Televisi Dipenjara Satu Tahun hanya Karena Mewawancarai Pria Gay

dengan memberi kesempatan kepada laki-laki gay menceritakan kehidupannya sebagai pekerja seks, al-Gheyti mengungkap bahwa praktik homoseksualitas

Penyiar Televisi Dipenjara Satu Tahun hanya Karena Mewawancarai Pria Gay
Tribunwow
Ilustrasi: Wanita dan Dua Pria Gay 

POS KUPANG.COM - Pengadilan di Mesir menjatuhkan vonis hukuman satu tahun penjara dan denda Rp2,4 juta kepada seorang penyiar televisi karena mewawancarai laki-laki gay pada tahun lalu.

Menurut pengadilan di kota Giza, penyiar bernama Mohamed al-Gheyti bersalah mempromosikan homoseksualitas di saluran televisi miliknya, LTC.

Jaksa mengatakan, dengan memberi kesempatan kepada laki-laki gay menceritakan kehidupannya sebagai pekerja seks, al-Gheyti mengungkap bahwa praktik homoseksualitas bisa mendatangkan uang.

Kenakan busana terbuka, aktris Mesir dituduh 'mempromosikan kebejatan'
Penyanyi perempuan Mesir dipenjara karena video musiknya dianggap 'cabul'
Perempuan-perempuan Arab yang menolak bungkam

BREAKING NEWS: 12 Kali Gempa Susulan Guncang Sumba Barat, Pasca Gempa 6,2 SR


Mesir secara eksplisit tidak memiliki undang-undang yang melarang LGBT, namun mereka yang dicurigai sebagai gay secara rutin ditahan dengan alasan melakukan prostitusi atau tindakan amoral.

Penyiar televisi ini diseret ke meja hijau setelah pengacara terkenal di Mesir, Samir Sabry, mengajukan gugatan hukum terhadap dirinya terkait wawancara itu pada Agustus tahun lalu.

Dalam wawancara dengan al-Gheyti, pria gay itu mengaku menyesali orientasi seksual serta kehidupannya sebagai pelacur. Wajah pria itu dikaburkan untuk menyembunyikan identitasnya.

Otoritas tertinggi di Mesir yang mengatur media langsung menghentikan saluran LTC milik al-Gheyti karena dianggap melakukan "pelanggaran".

Menurut jaksa penuntut, penyiar tersebut meraih keuntungan ekonomi dengan mengumbar"praktik homoseksualitas", demikian laporan surat kabar milik pemerintah Mesir, al-Ahram.

Selain hukuman penjara dan denda, pengadilan juga memerintahkan al- Ghiety untuk diawasi selama setahun setelah menjalani masa hukumannya, kata Sabry.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved