Berita Kabupaten TTU

Pemerintah TTU Akan Mendata Ulang Tanah Milik Warga SP 1 dan SP 2

warga yang tinggal di wilayah yang diwacanakan akan dijadikan sebagai tempat tambak garam oleh pemerintah tersebut

Pemerintah TTU Akan Mendata Ulang Tanah Milik Warga SP 1 dan SP 2
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berencana akan melakukan pendataan ulang kepemilikan tanah warga di wilayah SP 1 dan SP 2, di Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu.

Pasalnya, warga yang tinggal di wilayah yang diwacanakan akan dijadikan sebagai tempat tambak garam oleh pemerintah tersebut sering berganti-ganti orang sehingga mengakibatkan tidak ada kejelasan kepemilikan atas tanah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes kepada wartawan usai membuka kegiatan RAT KSP Pelita Lifau Indah di Kelurahan Binsasi pada, Sabtu (19/1/2018) siang.

Raymundus mengatakan, sampai dengan saat ini, pemerintah daerah Kabupaten TTU belum mengetahui persis kepemilikan tanah warga di wilayah SP 1 dan SP 2.

"Jadi berapa banyak serifikat yang sudah keluar itu saya tidak tau persis. Mengapa sertifikat belum ada, pasti ada masalah. Karena orang yang tinggal di sana sering berganti-ganti orang. Karena sering berganti-ganti orang sertifikat mau keluar atas nama siapa?," tanya Raymundus.

Raymundus menjelaskan, karena sering berganti-ganti orang yang tinggal di wilayah SP 1 dan SP 2, maka pemerintah berencana akan melakukan pendataan ulang atas kepemilikan tanah di wilayah tersebut.

Wah! Member BTS Dari RM BTS Hingga Golden Maknae Jungkook BTS Ternyata Lahir Di 5 Kota Indah Ini

Gempa di Sumba Barat NTT, Sudah 12 Kali Gempa, Begini Kondisi Terkini Daerah dan Masyarakatnya

Mangkir dari Panggilan Polisi, Vanessa Angel Ada di Tempat Ini, Digerebek dan Kabur

"Jadi nanti kita akan koordinasikan dengan pertanian untuk melakukan pendataan, karena harus pasti siapa, karena sesuai dengan penempatan pertama, orang-orang itu sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Raymundus mengungkapkan, warga yang ditempatkan pertama diwilayah SP 1 dan SP 2 sebagian besar sudah tidak menempati lagi, sehingga hanya 20 persen yang masih tinggal di wilayah itu.

Setelah melakukan pendataan, jika ada warga yang sudah tidak lagi menempati wilayah SP 1 dan SP 2, jelas Raymundus, maka pemerintah Kabupaten TTU segera mengambil kebijakan atas masalah itu.

"Kadis setelah kita lakukan pendataan, kira-kira siapa lagi yang mau ditempatkan di wilayah itu," jelasnya.(Laporan Reporter POS KUPANG, Thomy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved