Berita Kota Kupang Terkini

Dipecat Melalui WA, Krisanti Hidelilo Harap Pertanggungjawaban PT Surveyor Indonesia

Krisanti Veronika Hodelilo, seorang karyawan PT Surveyor Indonesia diberhentikan secara sepihak oleh pihak PT tersebut

Dipecat Melalui WA, Krisanti Hidelilo Harap Pertanggungjawaban PT Surveyor Indonesia
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Krisanti Veronika Hodelilo memegang bukti pemecatan dirinya melalui pesan WhatsApp. Foto diambil Senin (21/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Krisanti Veronika Hodelilo, seorang karyawan PT Surveyor Indonesia diberhentikan secara sepihak oleh pihak PT tersebut pada tanggal 2 Januari 2019 pukul 18.00 Wita.

Ironisnya, pemberhentian tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp (WA) dari Office Manager, Aprika Mira.

"Kami libur dari tanggal 23 Desember 2018 sampai 3 Januari 2019. Tanggal 2 Desember, saya menerima pesan WA dari Office Manager, bilang 'Santi, lu sonde usah masuk lagi. Beta sonde perpanjang lu lagi. Beta ganti lu'. (Santi, kamu tidak usah masuk lagi. Saya tidak perpanjang kerja kamu. Saya ganti kamu)," beber Krisanti kepada POS-KUPANG.COM di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Senin (21/1/2019).

Ternyata Pemkot Kupang Punya Dua RPH, Tapi yang Satu Ini Belum Beroperasi

Pesan WA sebagaimana yang disampaikan Krisanti, masih ada lanjutannya. Dalam pesan WA lanjutan itu, dituliskan gaji Krisanti akan dibayar jika yang bersangkutan masuk kantor nanti.

Menurut Krisanti, pemutusan hubungan kerja terhadap dirinya itu tanpa melalui prosedur yang benar.

Kawasan Pantai di Kabupaten Kupang Rawan Abrasi, Ini yang Dilakukan BPBD

"Saya coba hubungi ibu Aprika untuk menanyakan alasan tetapi tidak ada respon. Sebelum dapat pesan WA itu, saya tidak dapat surat peringatan apa-apa," jelasnya.

Tanggal 3 Januari 2019, Krisanti menemui Aprika Mira. Namun, perempuan usia 35 tahun itu mengisahkan bahwa alasan pemberhentian dirinya masih belum jelas.

Selain pemberhentian sepihak tersebut, dia pun mengisahkan persoalan upah yang mereka peroleh.

"Gaji kami yang tertulis di kontrak kerja itu Rp 5.250.000,00. Tapi melalui perjanjian lisan, gaji kami hanya dibayar Rp 4.000.000,00," terangnya.

Dia berharap, semua hak-haknya bisa dikembalikan oleh pihak PT Surveyor Indonesia, dan bisa memperoleh alasan pasti mengenai pemberhentian dirinya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved