Berita Kabupaten Lembata

Di Kabupaten Lembata ! Begini Tanggapan Geradi Tukan Atas Tudingan Warga Balurebong

lantaran Wade itu merupakan tanah ulayat Lamatuka, maka pelaksanaan pembangunannya harus disepakati terlebih dahulu dengan warga Desa Lamatuka. a

Di Kabupaten Lembata ! Begini Tanggapan Geradi Tukan Atas Tudingan Warga Balurebong
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
PERTEMUAN -- Tetua adat Desa Balurebong saat menghadiri pertemuan di Kantor Bupati Lembata, Jumat (18/1/2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Geradi Tukan, oknum yang dituding warga Desa Balurebong sebagai pembelok fakta sejarah kepemilikan tanah ulayat di Wade, memberikan jawaban ini kepada masyarakat Balurebong.

Dia mengatakan, "Saya sudah menulis buku tentang Wade. Buku itu masih berupa draft tentang tanah di Wade. Apa yang saya tulis itu berdasarkan tutur sejarah tetua adat Desa Lamatuka. Buku tentang Wade itu dari versi Lamatuka" ujar Geradi Tukan.

Dihubungi Pos Kupang
Com melalui telepon seluler dari Lewoleba ke Kupang, Minggu (20/1/2019) petang, Geradi menuturkan, atas tutur sejarah tetua adat Lamatuka itu, ia lantas menyurati Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur agar menghentikan pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan di Wade. Sebab tutur sejarah menyebutkan Wade milik orang Lamatuka.

Dikatakannya, lantaran Wade itu merupakan tanah ulayat Lamatuka, maka pelaksanaan pembangunannya harus disepakati terlebih dahulu dengan warga Desa Lamatuka. Karena Wade itu milik Lamatuka. Ada rumah adat Lamatuka di Wade. Rumah adat itu merupakan bukti masa lalu tentang kepemilikkan Wade.

Geradi menyadari bahwa kepemilikan atas tanah di Wade itu, warga Desa Balurebong tentu punya tutur sejarah. Atas faktor itulah ia meminta agar dua belah pihak dipertemukan terlebih dahulu guna membicarakan hal tersebut. Dengan begitu bisa diluruskan fakta sejarah mengenai kepemilikan tanah Wade tersebut.

Ketika ditanya mengapa pada Jumat (18/1/2019) itu pihaknya bersama warga Desa Lamatuka tak menghadiri pertemuan dengan warga Desa Balurebong yang difasilitasi Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, dia mengatakan, awalnya undangan fasilitasi itu pada Jumat (18/1/2019) pukul 19.00 Wita. Tapi dimajukan lagi ke pukul 09.00 Wita dan pertemuannya baru dilakukan sekitar pukul 14.00 Wita.

Tentang Kepemilikkan Tanah di Pantai Wade !Tetua Adat Balurebong Protes Geradi Tukan

Sedih ! Sampah Hiasi Jalan Nasional a Ruteng-Borong

Untuk menghadiri pertemuan itu, katanya, pihaknya harus menghadirkan tetua adat. Untuk hal itu butuh waktu karena tetua adat Lamatuka tersebar di sejumlah tempat. Ada yang tinggal di Waikomo (Lewoleba) ada yang tinggal di Ile Wutun, juga tempat lainnya.

"Untuk hal ini kami butuh waktu, sehingga ada rencana untuk menggelar pertemuan di rumah adat di Wade. Sebelum pertemuan itu, kami minta agar pelaksanaan pembangunan jangan dilanjutkan dulu. Pembangunan baru boleh dilanjutkan apabila sudah ada kata sepakat tentang Wade," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya tak bermaksud menghambat pembangunan di Wade. Tapi alangkah baiknya tetua adat sepakati dulu tentang Wade, sehingga semua orang tahu menjadi tahu, Wade milik siapa. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved