Opini Pos Kupang

Wajah Politik 2019: Melawan Kebohongan

Politik lokal dan nasional tetap mengedepankan wajah `politik bibir'. Politik bibir ialah politik yang berbusa di mulut dan

Wajah Politik 2019: Melawan Kebohongan
ilustrasi 

Oleh Lasarus Jehamat
Dosen Sosiologi Fisip Undana Kupang

POS-KUPANG.COM - Kebohongan politik rupanya masih menjadi ancaman serius perjalanan demokrasi di 2019. Banyak analis menyebutkan, 2019 sebagai puncak tahun politik, ruang politik tetap tidak berubah (Kompas, 29 Desember 2018).

Politik lokal dan nasional tetap mengedepankan wajah `politik bibir'. Politik bibir ialah politik yang berbusa di mulut dan kalah dipraktik; yang menang disebut tetapi tunduk di tengkuk. Politik bibir ialah kemenangan kaum pecundang oleh berbagai agitasi politik.

Karena itu, usaha menumbuhkan politik tanpa kebohongan menjadi gerakan tanpa akhir. Sebab, politik kebohongan tentu tidak saja mencederai komitmen bersama akan pesta demokrasi tetapi justeru merusak tatanan kekeluargaan kita sebagai sebuah bangsa.

Kai EXO Sempat Utarakan Wanita Idamannya, Lihat Cara Dia Menatap Jennie BLACKPINK

Kedapatan Orang Buang Puntung Rokok, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Perintah Squat Jump

Ramalan Kesehatan Zodiak Sabtu, 19 Januari 2019, Scorpio Butuh Istirahat, Zodiak Lain?

Implikasinya, usaha untuk maju akhirnya disandera oleh keinginan mengumbar janji di ruang kampanye. Rakyat menjadi entitas yang paling dominan mengalami efek dari politik kebohongan itu. Kampanye memang menjadi ajang menebar janji setiap entitas yang ingin berkuasa.

Hanya, setiap janji mesti didasari realitas empiris dan bukan karena bibit kebencian yang mendidih di hati. Di sana, kritik menjadi alat yang pas untuk melakukan perbaikan. Kritik yang dilakukan harus pula berbasis data akurat dan bukan karena kepentingan tertentu.

Setiap kritik harus dibaca sebagai bentuk dukungan secara terbalik. Soal menjadi lain ketika kritikan yang diberikan tidak didukung oleh data. Menjadi masalah ketika kritik didasari hanya karena isu dan bersifat common sense semata. Hemat saya, inilah esensi utama politik kebohongan.

Bibit Hipokriditas

Masyarakat modern memang tengah disuguhi oleh beragam kebohongan. Politik menjadi wilayah yang paling rentan akan kebohongan itu. Dua sebab mengapa politik dianggap paling rentan.

Pertama, secara sempit, politik adalah mekanisme untuk mencari dan mendapatkan kekuasaan. Di soal ini, setiap yang ingin berkuasa akan melakukan apa pun agar kekuasaan dapat digenggam. Secara normatif, beragam cara mendapatkan kekuasaan telah diatur dan sudah menjadi kesepakatan bersama.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved