Opini Pos Kupang

Inilah Dua Mispersepsi Terhadap Isu Bahasa Indonesia

Sudah pasti bahwa upaya-upaya tersebut berbenturan dengan mispersepsi terhadap isu bahasa yang sudah lama menggenangi

Inilah Dua Mispersepsi Terhadap Isu Bahasa Indonesia
Ilustrasi 

Oleh Florianus Dus Arifian, M. Pd
Dosen STKIP St. Paulus Ruteng

POS-KUPANG.COM - Bangsa kita bercita-cita untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia pada tahun 2045 berdasarkan rekomendasi dari Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut dibutuhkan sejumlah upaya dari segenap lapisan masyarakat selaku penutur bahasa Indonesia.

Sudah pasti bahwa upaya-upaya tersebut berbenturan dengan mispersepsi terhadap isu bahasa yang sudah lama menggenangi pikiran masyarakat. Jika tidak segera diluruskan, resistansi dari mispersepsi tersebut tentu dapat menghalangi perwujudan cita-cita menduniakan bahasa Indonesia.

Dua Mispersepsi

Mispersepsi dalam artikel ini adalah berbagai penanggapan atau penerimaan yang keliru dari masyarakat atas isu bahasa. Penerimaan yang keliru itu tanpa disadari menghambat kemajuan bahasa Indonesia.

BERITA POPULER: Isi Surat Bebas Ahok Nasib Jebolan Indonesian Idol & Mantan Syahrini Ditangkap

Ramalan Zodiak Hari ini Jumat 18 Januari 2019 - Cancer Ahli Menipu, Pisces Tak Ada Gunanya Berdebat

10 Kebaikan yang Pernah Dilakukan Member BTS, Bikin ARMY Terharu Pastinya

Hemat saya, ada paling kurang dua mispersepsi yang menggenangi pikiran masyarakat selama ini.

Pertama, makna lebih penting daripada bentuk. Aktivitas berbahasa berkaitan dengan bentuk dan makna bahasa. Bentuk bahasa merupakan ekspresi atau tampilan fisik dari bahasa yang dapat dicerap pancaindra, mengacu kepada berbagai penampakan lahiriah dari bahasa.

Sementara makna berarti isi atau pesan yang menimbulkan respon atau tanggapan dalam pikiran dan perasaan pembaca atau pendengar setelah berhadapan dengan bentuk bahasa.

Dalam realita praktik berbahasa Indonesia selama ini, publik lebih mengutamakan bentuk daripada makna. Bagi masyarakat umum, makna merupakan hal substansial, sedangkan bentuk merupakan hal periferial. Dengan perkataan lain, hal yang utama bagi khalayak adalah pesan dapat diungkapkan dan dimengerti orang lain tanpa perlu mempersoalkan bentuk.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved