Berita Kota Kupang

Winston Sebut Ada Salah Urus di Nakertrans NTT Terkait Kasus Selfina Etidena

Kasus Selfina Etidena ini jadi pelajaran bagi pemerintah, terutama gugus satuan tug‎as anti human trafficking,

Winston Sebut Ada Salah Urus di Nakertrans NTT Terkait Kasus Selfina Etidena
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Neil Rondo 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Neil Rondo mengatakan,kasus yang menimpa Selfina Etidena adalah bukti bahwa masih ada salah urus oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT.

"Sprit Pergub soal moratorium pengiriman TKI ini harus dikawal. Jangan sampai satgas melampaui kewenangan yang pada akhirnya terjadi salah urus," kata Winston, Kamis (17/1/2019).

Menurut Winston,perlu ada pembenahan dalam implementasi Pergub soal moratorium TKI/TKW,sehingga tidak terjadi persoalan di lapangan.

"Kasus Selfina Etidena ini jadi pelajaran bagi pemerintah, terutama gugus satuan tug‎as anti human trafficking,"kata Winston.

Anggota Komisi V DPRD NTT sekaligus juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Kupang ini mengatakan, ‎Komisi V DPRD NTT akanmenindaklanjuti rekomendasi terkait pembenahan dan desain ulang gugus tugas dalam satgas dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait dalam waktu dekat.

Sebelumnya,saat pertemuan dengan Aliansi Peduli Kemanusiaan‎ dan Dinas Nakertrans beserta jajaran gugus tugas anti human trafficking, Winston menyampaikan sejumlah rekomendasi hasil pertemuan, antara lain.

Pertama, atas nama HAM, demokrasi dan regulasi apapun ini suatu hal yang tidak pantas dan tidak perlu terjadi.

Kedua, DPRD NTT mendesak pemerintah khusus Dinas Nakertrans untuk meminta maaf dan melakukan pemulihan terhadap kerugian yang dialami Selfina Etidena agar segera melanjutkan kuliah dengan lancar. Untuk itu, Dinas Nakertrans NTT segera melakukan komunikasi dan koordinasi dengan keluarga dalam waktu segera dan dalam tempo yang sesingkat-sesingkatnya

Ketiga, DPRD NTT mendesak agar gugus tugas anti perdagangan dan pencegahan TKI agar dibenahi serius dan disain ulang fungsi ,koordinasi, komunikasi dan implementasi. Memastikan secara tegas, salah tangkap yang dialami Selfina Etidena tidak boleh terjadi lagi.

Oscar Banu dan Rosalina Bani Dapat Uang dan Beasiswa Dari Bola Voli

Dokter Satgas Beri Pengobatan Buat Warga Perbatasan

Terungkap! Ini Pengakuan Mahasiswi Selingkuhan Dosen Soal Kasusnya, Menangis Terus Dan Tidak Kuliah

Keempat, DPRD NTT mendesak Kadis Nakertrans NTT untuk segera melakukan pemeriksaan dan tindakan tegas atas dugaan pelanggaran prosedur terhadap kasus yang dialami oleh Selfina Etidena sehingga ada efek jera dan memastikan agar hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang dan perkembangan penindakan proses tegas itu dilaporkan ke pimpinan DPRD NTT

Kelima,DPRD NTT khususnya Komisi V akan menindaklanjuti rekomendasi terkait pembenahan dan desain ulang gugus tugas dalam satgas dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait dalam waktu dekat.

Enam Rumah Warga Desa Mata Kapore, SBD Rusak Diterbangkan Angin Puting Beliung

Diperkosa Selama Belasan Tahun oleh Ayahnya Hingga Hamil, Begini Kisah Sedih Gadis Ini

Kuasa Hukum Termohon Eksekusi Lahan Nilai Penggurusan di TDM Ada Cacat Hukum

Keenam DPRD NTT mendukung untuk pemulihan kasus Selfina Etidena agar para pihak terkait termasuk Dinas Nakertrans NTT agar memberikan surat keterangan resmi penyelesaian masalah ini dan DPRD NTT siap memberikan rekomendasi segera diperlukan, serta DPRD NTT mendukung pihak keluarga untuk menindaklanjuti dengan penyelesaian secara hukum melalui prosedur yang berlaku. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved