Pariwisata NTT

Pemprov NTT Siapkan Rp 100 Miliar untuk Tata Taman Nasional Komodo

Rencana penataan TN Komodo itu disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Rabu (15/1/2019).

Pemprov NTT Siapkan Rp 100 Miliar untuk Tata Taman Nasional Komodo
P0S-KUPANG.COM/ADIANA AHMAD
Para narasumber dalam Diskusi Ekonomi di Kupang, Rabu (15/1/2019). Dari kiri: Ketua Kadin NTT, Ir. Abraham Liyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Rektor Undana, Prof. Ir. Frederik Benu, M.Si, Ph.D. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan Rp 100 miliar untuk menata Taman Nasional (TN) Komodo. Selama penataan yang direncanakan tahun ini, TN Komodo akan ditutup untuk umum.

Rencana penataan TN Komodo itu disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Acara 'Mari Ketong Minum Kopi Sambil Baomong Ekonomi di Kupang, Rabu (15/1/2019).

Viktor mengatakan, dana itu disiapkan Pemerintah Provinsi NTT jika pengelolaan TN Komodo diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Dikatakan Viktor, jika pemerintah menyerahkan pengelolaan TN Komodo kepada Pemprov NTT, langkah awal yang akan dilakukan yakni menutup kawasan itu.

"Kita akan tutup untuk kita tata kembali TN Komodo benar-benar menjadi taman. Mulai makanan, hutan dan lingkungannnya sehingga komodo memiliki makanan yang cukup dan kembali menjadi liar," kata Viktor.

Ia mengatakan, makanan yang cukup dan hutan yang memadai Komodo akan kembali ke habitatnya menjadi hewan liar dan berbahaya.

"Biar yang berkunjung ke sana hanya orang-orang yang mempersiapkan diri dengan baik. Kalau Komodo yang tidak ganas kita pindahkan saja ke Pulau Padar. Itu untuk orang-orang yang sekadar datang untuk lihat komodo," demikian Viktor.

Viktor mengaku tidak peduli dengan pro dan kontra terhadap kebijakan itu. "Biar orang ribut. Ke depan kita tetap akan tutup untuk kita tata kembali. Memang tempat itu dilindungi kok. Kalau berkunjung ke sana lihat yang lain saja. Banyak tempat di sana yang menarik. Tidak harus ke Komodo. Sekarang Komodo di sana lagi berdoa semoga tempat itu cepat ditutup. Biar mereka nyaman," demikian Viktor.

Viktor bahkan mengatakan, semakin banyak yang ribut akan mengundang perhatian pemerintah pusat.

"Semakin orang ribut, paling presiden akan turun ke Komodo. Saya akan bertemu presiden untuk bicara langsung terkait pengelolaan TN Komodo," ungkap Viktor.

Viktor mengungkapkan, TN Komodo harus dibuat spesial karena satu-satunya di dunia. "Di Bhutan saja orang harus bayar 250 dollar per hari dan harus menginap 10 hari orang tidak ribut, di Komodo 500 dollar saja ribut. Begitu pemerintah setuju kita kelola TN Komodo, kita tutup dan semua orang dari luar, yang ada di sana kita usir keluar," tegas Viktor. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved