Berita Kabupaten Manggarai Barat

Kajari Manggarai Barat ! Hati-Hati Menggunakan Dana Penanganan DBD Rp 1,9 Miliar

Kajari Labuan Bajo Julius Sigit Kristanto, mengingatkan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) agar hati-hati dalam menggunakan dana penanganan

Kajari Manggarai Barat ! Hati-Hati Menggunakan Dana Penanganan DBD Rp 1,9 Miliar
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Kajari Labuan Bajo, Julius. 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labuan Bajo Julius Sigit Kristanto, mengingatkan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) agar hati-hati dalam menggunakan dana penanganan DBD Rp 1,9 miliar.

Dia menyampaikan itu saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Rabu (16/1/2019).
"Perlu kehati-hatian dan perlu didukung oleh pembuktian, supaya tidak ada pra sangka, fitnah, kecurigaan dan penyalahgunaan. Sepanjang itu ada pembuktian dan bekerja dengan baik tentu tidak ada masalah," kata Julius.

Dia menegaskan agar secara administrasi perlu dicatat secara rapi.
"Saya meminta teman-teman yang sedang bekerja agar bekerja dengan baik dan perlu administrasi yang baik," kata Julius.

CSR Bank Mandiri ! Ruangan Kelas dan Rumah Guru Diserahkan ke SD Papagarang

Sebelumnya diberitakan, Hari Senin (14/1/2019), Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar), mencairkan uang Rp 1,9 miliar lebih untuk penanganan serangan DBD di kabupaten itu.

Uang tersebut diambil dari pos dana tak terduga APBD tahun anggaran 2019.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Mabar Salvador Pinto, kepada POS--KUPANG.COM menjelaskan bahwa uang miliaran itu dicairkan sekaligus.

"Jumlahnya Rp 1,9 miliar lebih, diambil dari dana tak terduga dan hari ini dicairkan. Karena KLB (Kejadian Luar Biasa, Red) sehingga pencairannya sekaligus dan dikendalikan oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD," kata Pinto.

Sebelumnya Ketua DPRD Mabar Blasius Jeramun, membenarkan adanya dana APBD untuk penanganan serangan DBD di kota pariwisata itu.

"Jumlah dananya hampir Rp 2 miliar diambil dari dana tak terduga. Itu jumlahnya sangat besar sehingga pemerintah tidak boleh main-main dalam penanganannya," kata Blasius saat ditemui wartawan, Sabtu (12/1/2019).

Dia mengingatkan pemerintah agar serangan DBD harus segera diakhiri pada Bulan Januari 2019 ini.

"Dana yang dicairkan sangat besar. Kami minta serangan DBD harus segera diakhiri oleh pemerintah pada Januari ini juga. Tidak boleh ada lagi pada bulan selanjutnya," tegas Blasius.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved