Berita Kabupaten Nagekeo

Kronologi Lengkap Caleg DPRD Ende Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Perdagangan Orang

Kronologi Lengkap Caleg DPRD Ende Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Perdagangan Orang

Kronologi Lengkap Caleg DPRD Ende Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Perdagangan Orang
Odyssey
perdagangan manusia atau human trafficking ilustrasi 

POS-KUPANG.COM | MBAY –ER, seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Ende dijadikan tersangka oleh Kepolisian Resor Ngada. ER yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPRD Kabupaten Ende terlibat kasus human trafficking atau perdagangan orang dengan modus menjadi seorang TKW.

Kapolres Ngada AKBP Andhika Bayu Adhittama melalui Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu Anggoro C Wibowo mengatakan berdasarkan hasil penyedilikan, penyidik telah mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan ER sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Iptu Anggoro juga mengungkapkan peran ER dalam kasus ini. Menurutnya, dalam kasus trafficking ini, ER berperan sebagai penampung dan pengirim seorang warga asal Nagekeo untuk bekerja. 

Penyidik Polda NTT ke Yogyakarta, Periksa Saksi Korban Kasus Pencekalan Mahasiswa

8 Hari Lagi Ahok Bebas dari Penjara, Intip Deretan Potret Kegiatan Mantan Istrinya Veronika Tan

Empat Kota di NTT Terkotor, Begini Reaksi Para Pejabatnya

 "Setelah mendapatkan alat bukti yang cukup maka tanggal 11 Januari 2019, Unit Tipidsuss/Tipidter menetapkan ER sebagai tersangka," ujar Iptu Anggoro kepada Pos-Kupang.com, Rabu (16/1/2019). 

Penyidik juga telah memeriksa saksi 2 terkait lainnya dan juga Ahli Ketenagakerjaan Provinsi NTT di Kupang. Selain ER, polisi juga menetapkan SM yang berperan sebagai perekrut sebagai tersangka.

ASDP Rencana Buka Rute Internasional ke Timor Leste dan Malaysia

Dukung Pariwisata ASDP Operasikan KMP Komodo di Labuan Bajo

BPBD Sumba Timur Bangun Tanggul di Sungai Taimanu, Kanatang ! Ini Tujuannya

Kronologi penetapan tersangka keduanya berawal dari laporan Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia (MPM) kepada polisi tentang adanya dugaan perdagangan manusia dengan korban Susi Susanti Wangkeng. 

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Ngada tanggal 7 Agustus 2018 lalu.

"Laporan tersebut mulai ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan oleh Kanit Pidsuss/ Tipidter Polres Ngada. Pemeriksaan dilakukan  pihak terkait antara lain korban, pihak Pojka MPM, Panti Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Panti Sosial Susteran Gembala Baik di Jakarta Timur dan juga pihak IOM di Jakarta," ujar Iptu Anggoro.

Kanit Tipidsuss/Tipidter Bripka Jackobus K Sanam menjelaskan kronologi yang menimpa Susi. 

Juli 2015, SM yang berperan sebagai perekrut mendatangi rumah korban di kampung Nila, Kelurahan Mbay II. SM kemudian mengajak korban bekerja di bawah kendali ER sebagai penampung dan pengirim.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved