Berita Kabupaten Manggarai

Ini Instruksi Bupati Manggarai Deno Kamelus Saat Rapat Evaluasi Simantri

Dinas Koperasi dan UKM Manggara agar memberikan bantuan dalam kepada kelompok tani terlebih dahulu melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui

Ini Instruksi Bupati Manggarai Deno Kamelus Saat Rapat Evaluasi Simantri
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Bupati Manggarai, Deno Kamelus 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H mengeluarkan instruksi kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Manggarai saat rapat evaluasi pengembangan hortikultura melalui pendekatan Simantri tahun 2018 di Kantor Bupati Manggarai, Selasa (15/1/2019) pagi.

Instruksi Bupati Kamelus yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (16/1/2019) pagi ada enam instruksi yakni pertama, Dinas PUPR Manggarai agar melakukan pengecekan infrastruktur yang telah dibangun dalam upaya mendukung kelompok tani pada program simantri.

Selain itu, koordinasi terkait rencana pembangunan 3.000 sumur bor. Yang mana Kabupaten Manggarai bisa mendapat alokasinya.

Kedua, Dinas Perdagangan Manggarai memantau harga pasar, sistem pemasaran, pola distribusi yang cepat, efektif dan efisien.  Dinas Perdagangan harus menjaga mutu hortikultura agar saat tiba ditangan pembeli masih berada dalam kondisi segar.

“Buat daftar pedagang sayur mayur yang masih tersebar dan bersifat parsial sehingga bisa mendapat dukungan dari pemerintah. Beri dukungan kepada kelompok tani yang secara mandiri telah membangun jaringan pemasarannya,” kata Bupati Kamelus0.

Tanggung APK ! KPU Ende Bagikan ke Parpol

Ketiga, Dinas Peternakan Manggarai mengecek kembali ternak bantuan yang telah diserahkan ke kelompok tani. Begitu juga dengan bantuan kandang, kotoran ternak untuk dijadikan pupuk organik, struktur bangunan yang cocok untuk bisa menyalurkan kotoran ternak.

Keempat,  Dinas Pertanian Manggarak melakukan pengecekan kembali perubahan yang dialami kelompok, hasilnya terukur, perencanaan dan keberlanjutan program simantri.

“Cek kondisi Green House, alat pencacah rumput, molen, rumah pembuatan pupuk dan sebagainya. Jangan dibiarkan tidak terpakai Pastikan petani sudah mampu membuat pupuk sendiri. Beri dorongan dan dukungan agar kelompok tani itu bisa mandiri. PPL wajib jelaskan dan rumuskan organik itu seperti apa sesungguhnya,” ujar Bupati Kamelus.

Kelima,  Dinas Perhubungan Manggara pastikan bantuan kendaraan kepada kelompok tani berjalan sesuai peruntukkan. Bila tidak segera tarik kembali kendaraan tersebut.

Dan, keenam, Dinas Koperasi dan  UKM Manggara agar memberikan bantuan dalam kepada kelompok tani terlebih dahulu melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui keinginan anggota kelompok.(*)

 
 

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved