Eksekusi Lahan 6 Ha di TDM Kupang, Kuasa Hukum 9 Termohon: PK “Dipendam” PN Kupang

Biante SH mengatakan bahwa pelaksanaan eksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Kupang ini tidak mengindahkan upaya hukum yang sedang dilakukan

Eksekusi Lahan 6 Ha di TDM Kupang, Kuasa Hukum 9 Termohon: PK “Dipendam” PN Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kuasa Hukum termohon eksekusi, Biante SH saat di lokasi eksekusi pada Rabu (16/1/2019) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kuasa hukum delapan termohon eksekusi, Biante SH menyatakan akan mengambil dan menempuh langkah hukum usai dilaksanakannya proses eksekusi tanah sengketa seluas 6 ha di Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (16/1/2019) siang.

Dalam keterangan persnya di lokasi eksekusi, Biante SH mengatakan bahwa pelaksanaan eksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Kupang ini tidak mengindahkan dan memperhatikan upaya hukum yang sedang dilakukan pihaknya.

Oleh karena itu, dalam perkara tanah antara Briando Pribadi Gotama melawan Paulus Ndeo dkk yang telah dimenangkan oleh Briando ini, pihaknya akan menempuh langkah hukum dan mempersoalkan hal ini ke Mahkamah Agung RI.

“Langkah hukumnya, kami akan persoalkan ini ke Mahkamah Agung RI. Tuntutannya agar Mahkamah Agung dapat memeriksa kembali berkas yang telah kami kirim dan memeriksa ketua Pengadilan Negeri Kupang, juru sita dan sebagainya yang terlibat dalam eksekusi ini,” ujar Biante.

Ia menyayangkan sikap Pengadilan Negeri Kupang yang tidak menghargai upaya hukum yang sedang berjalan.

“Masih melakukan upaya hukum, dan saat ini belum ada putusan tetapi kenapa pihak Pengadilan Negeri Kupang melakukan eksekusi?” tanyanya.

Ia menyatakan terkait sengketa ini masih dilakukan upaya perlawanan dimana telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Kupang. Namun ia lagi-lagi menyayangkan sikap Kepala Pengadilan Negeri Kupang yang terkesan “mengubur” upaya hukum yang mereka lakukan.

“Biar teman-teman wartawan tahu, PK kami selama 8 bulan dipendam di PN Kupang, tidak dikirim. Setelah 8 bulan tepatnya pada 22 November 2018 ketika kita ke PN baru kita tahu, padahal itu sudah kita masukkan sejak Maret 2018,” ungkapnya.

Biante SH dalam hal ini mewakili para termohon eksekusi yang terdiri dari J. Jacob (56), Subagio (46), Hja Sumiati (50), Sony Tanan (50) Hasan S.Sos (52), Ferdinand Dethan (33), Seni Mariadu Solo (38) dan Maskur Kanan (57). (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved