Berita Kabupaten Sikka

Polisi  Datangi   Toko Suku Cadang Knalpot Roak

Kebisingan karena ulah segelintir pengendaraan sepeda motor yang menggunakan knalpot ‘roak (bunyi besar knalpot pipa) ditanggapi sangat serius

Polisi  Datangi   Toko Suku Cadang Knalpot Roak
FOTO/SATUAN  RESKRIM  POLRES  SIKKA
Aparat  Reskrim  Polres  Sikka  menemui pemilik   toko sukucadang  kendaraan di  Kota Maumere, Pulau  Flores, Propinsi NTT, Senin  (14/1/2019).   

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Eugenius Moa

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE—Kebisingan karena  ulah  segelintir pengendaraan sepeda motor  yang menggunakan  knalpot  ‘roak (bunyi besar knalpot  pipa) ditanggapi sangat serius  Polres  Sikka. 

Hari  Selasa (14/1/2019)  siang,   Satuan  Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Polres  Sikka mendatangi  beberapa  toko  menjual suku cadang (sparepart) sepeda motor di Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT.

“Kemarin Pak Kasat  Rekrim, AKP  Heffri  Dwi Irawan, S.H, S.IK,didampingi KBO Sat Reskrim, Ipda Razes Manurung datang ke  toko-toko sparepart,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres  Sikka, Iptu  Margono, kepada POS-KUPANG.COM,  Selasa  (15/1/2019).

Ia menjelaskan,  kunjungan ke toko-toko itu  melakukan penertiban dan memberikan  imbauan  kepada  pemilik  toko   agar   menjual  barang sesuai Standar Nasional Indonesia  (SNI).

"Polisi menduga ada  toko sparepart menjual barang yang tidak sesuai SNI, seperti knalpot racing,”   ujar Margono.

KLB Deman Berdarah ! Belum ada Laporan Wisatawan Batal ke Labuan Bajo

Di DPRD NTT ! Selfina Etidena Kembali Sampaikan Kronologi Pencekalan Dirinya

Margono  mengatakan,  Polres Sikka menghimbau kepada para penjual untuk tidak memperdagangkan knalpot racing karena dampaknya mengganggu ketertiban masyarakat. Banyak laporan  masyarakat  mengeluhkan  keributan  yang ditimbulkan knalpot racing oleh segelintir  pegendara.

Kasat  Reskrim, AKP Heffri Dwi Irawan,S.H,S.IK  dihubungi  terpisah, Selasa (15/1/2019) mengatakan kedatangan ke toko sparepart menyampaikan imbauan kepada  pemilik toko  agar tidak  memperjualbelikan sparepart  yang tidak sesuai  aturan atau  SNI.

“Tidak hanya terbatas  knalpot  tapi  semua  jenis  barang dijual   harus sesuai aturan  atau SNI.  Kita imbau  jangan melanggar  pidana,” ujar   Heffri.*)

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved