Berita Kupang

Jeremias Aogust Pah, Sang Maestro Sasando, Berpulang

Pria kelahiran Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, 22 Oktober 1939 itu meninggal di umur 79 tahun

Jeremias Aogust Pah, Sang Maestro Sasando, Berpulang
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Jenazah Jeremias Aogust Pah disemayamkan di rumah duka, Jl Timor Raya Km 22 Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (15/1/2019). 

Selain memperkenalkan Sasando kepada Nusantara lewat berbagai event, almarhum Jeremias bersama sang istri, Dorche Pah - Ndun juga sempat menampilkan Sasando hingga negeri sakura, Jepang.

Anak-anaknya pun sering tampil memainkan Sasando dalam berbagai event baik dalam dan luar negeri.

Salah seorang anaknya, Djidron Pah sempat menjadi Finalis dalam ajang pencarian bakat Indonesia's Got Talent pada tahun 2010 dan Berto Pah dalam ajang pencarian bakat 'Indonesia Mencari Bakat' di tahun yang sama.

Sehari-hari, almarhum Jeremias menggantungkan hidup dari bertani di lahan miliknya seluas kurang lebih satu hektare. Usaha lainnya yakni sebagai perajin Sasando satu-satunya di Desa Oebelo.

Rumah almarhum Jeremias yang berukuran 12 x 20 meter di sulap menjadi galeri Sasando. Tak hanya memamerkan Sasando, Ti'i Langga (Topi khas Rote terbuat dari daun lontar), alat musik tradisional lainnya seperti gong dan kain tenun Rote Ndao.

Dalam ruangan tersebut juga terpampang puluhan piala dan piagam yang diberikan atas dedikasi Jeremias sebagai maestro Sasando dan keluarga.

Seorang anak almarhum Jeremias, Djidron Pah kepada POS-KUPANG.com pada Kamis malam mengatakan, sang ayah merupakan sosok pria yang sangat mencintai musik sasando, tekun bekerja dan berdoa.

"Hal unik juga dari bapa (Almarhum Jeremias) ialah selain memberikan ide untuk musik. Ia juga tanam padi. Bapa kan dulu petani yang kuat dan sangat dikenal sebagai petani yang kuat," ungkapnya.

Finalis dalam ajang pencarian bakat Indonesia's Got Talent pada tahun 2010 ini menjelaskan, sang ayah selalu menekankan pada seluruh anak-anak tentang pentingnya berdoa dalam segala hal.

"Satu nasehat dari almarhum karena filosofi yang tinggi dan sangat rohani. Sehingga selalu memberikan nasehat dan petuah dari firman Tuhan. Dia juga bilang katong (kami) jangan kejar berkat tapi katong pokoknya hidup selalu dalam perintah dan larangan Tuhan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved