Berita Kabupaten Lembata

Jembatan Waima di Kabupaten Lembata Butuh Puluhan Miliar

Apalagi kalau ditempat itu dibangun lagi estuari (embung muara) untuk mendukung sektor pertanian di area tersebu

Jembatan Waima di Kabupaten Lembata Butuh Puluhan Miliar
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Jembatan di Kali Waimana yang diterjang banjir besar baru-baru ini. Jembatan darurat yang ada di ruas jalan propinsi ini putus, seperti tampak dalam gambar. 

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Untuk membangun jembatan Waima, butuh puluhan miliar. Khusus jembatan saja bisa menelan anggaran Rp 30 miliar.

Apalagi kalau ditempat itu dibangun lagi estuari (embung muara) untuk mendukung sektor pertanian di area tersebut. Jika itu dikalkulasikan seluruhnya, maka anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 50 miliar.

BUpati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mengatakan hal tersebut di Lewoleba, Senin (14/1/2019). Ia mengatakan itu sehubungan dengan oprit yang rusak diterjang banjir besar saat hujan lebat mengguyur daerah itu pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Dikatakannya, jembatan besar yang menerjang jembatan Waima, hanya merusaki oprit di sisi barat jembatan tersebut. Sedangkan oprit di sisi timur jembatan tidak mengalami kerusakan sama sekali. Padahal sebelum oprit barat rusak, banjir besar terlebih dahulu merusaki oprit timur dan itu langsung diperbaiki rekanan pelaksana proyek.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur (POS-KUPANG.COM/Frans Krowin)

Jembatan di Waima itu, ungkap Bupati Sunur, dibangun dengan dana yang relatif terbatas. Hanya Rp 1,6 miliar lebih padahal berada di lokasi rawan banjir.

Sementara jembatan darurat yang dibangun sementara di tengah kali, tampak kokoh berdiri
Sementara jembatan darurat yang dibangun sementara di tengah kali, tampak kokoh berdiri (POS KUPANG/FRAN KROWIN)

Terbatasnya dana itu karena anggaran yang ada hanya itu. Namun karena pemerintah punya komitmen kuat untuk kelancsran transportasi Lewoleba-Loang tetap aman selama musim hujan, maka dibangunlah jembatan darurat di kali Waima.

Konstruksi jenbatan itu, lanjut Bupati Sunur, adalah banjir bisa mengalir di atas jembatan itu dan pada saat yang sama, kendaraan pun bisa melintas di atasnya. Hanya saja, banjir terlampau besar dikali tersebut sehingga oprit barat amblas dibuatnya.

Pengadilan Kefamenanu Gelar Sidang Perdana Praperadilan Tersangka Korupsi Vs Polres TTU

Para Idola Berharap Risal Masae dan Daniel Nepa Dapat Dukungan dari Masyarakat NTT

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, saat meninjau Jembatan Waima yang rusak diterjang banjir, Kamis (29/11/2018) petang.
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, saat meninjau Jembatan Waima yang rusak diterjang banjir, Kamis (29/11/2018) petang. (POS-KUPANG.COM/Frans Krowin)

Saat ini, katanya, oprit yang rusak itu tak bisa diperbaiki. Perbaikannya mungkin akan dilakukan setelah musim hujan nanti. Pertimbangannya, saat ini hujan masih lebat sehingga bila oprit dibangun lagi, maka risikonya sangat besar.

Ibunda Jelly Wakano Nangis Setelah Anaknya Inggid Wakano Lolos ke Babak The Rising Star Indonesia.

Hati-hati Lakukan Vaginal Scraping Bisa-bisa Miss V Terkena Infeksi

Kasat Lantas Polres Lembata, AKP Amrin bersama anggota saat membersihkan kali Waima dari tumpukkan sampah dan potongan kayu, Senin (24/12/2018)
Kasat Lantas Polres Lembata, AKP Amrin bersama anggota saat membersihkan kali Waima dari tumpukkan sampah dan potongan kayu, Senin (24/12/2018) (POS-KUPANG.COM/Frans Krowin)

"Kerusakan bisa terjadi lagi. Tapi jika perbaikannya dilakukan setelah musim hujan maka hasilnya tentu akan lebih baik," ujarnya.

Mahasiswa Sambut Antusias Fisip Corner

Ia juga meminta masyarakat yang berada di bagian hulu agar tidak menebang pohon sembarangan lalu membuangnya ke dalam alur kali. Sebab kayu yang dipikul banjir dari hulu demikian banyak. Banyak juga batang pohon besar disapu banjir dan tersangkut di jembatan Waima.

Salah satu sisi jembatan Waima yang sedang diperbaiki, Jumat (29/11/2018).
Salah satu sisi jembatan Waima yang sedang diperbaiki, Jumat (29/11/2018). (POS-KUPANG.COM/Frans Krowin)

"Kalau keadaannya terus seperti ini, maka sekuat apa oun jembatan yang dibangun pasti akan jebol karena diterjang banjir dengan kayu yang besar-besar. Untuk itu saya minta masyarakat agar tidak sesuka hati menebang pohon lalu membuangnya di dalam kali," pesan Bupati Sunur.

BERSAMA BUPATI - Kadis PUPR Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali (kanan) saat bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur (kiri) di Kali Waima, Kamis (29/11/2018) petang.
BERSAMA BUPATI - Kadis PUPR Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali (kanan) saat bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur (kiri) di Kali Waima, Kamis (29/11/2018) petang. (POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN)

Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah meminta Pemerintah Propinsi NTT untuk membangun jembatan Waima. Pasalnya jembatan itu berada pada ruas jalan propinsi. Bila pemprop yang bangun maka seluruh dana akan dikucurkan ke Waima dan pembangunannya tentu lebih bagus. (Laporan Reporter Pos Kupang, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved