Berita Kabupaten TTS

Di Kabupaten TTS ! Pelaksanaan Ujian Seleksi Aparatur Desa Kembali Diundur

Pelaksanaan ujian seleksi aparatur desa serentak se Kabupaten TTS kembali diundur. Awalnya, tahapan ujian seleksi dijadwalkan akan dimulai pada 8 Janu

Di Kabupaten TTS ! Pelaksanaan Ujian Seleksi Aparatur Desa Kembali Diundur
POS KUPANG/DION KOTA
Kepala BPMD Kabupaten TTS, George Mella 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Pelaksanaan ujian seleksi aparatur desa serentak se Kabupaten TTS kembali diundur. Awalnya, tahapan ujian seleksi dijadwalkan akan dimulai pada 8 Januari, namun diundur ke tanggal 14 Januari.

Tetapi dengan alasan menunggu pelantikan bupati dan wakil bupati TTS terpilih selesai tahapan pelaksanaan ujian seleksi kembali diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( BPMD) Kabupaten TTS, George Mella saat dikonfirmasi melalui Sekertaris BPMD, Zem Lake, Selasa ( 15/1/2019) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, penundaan pelaksanaan ujian seleksi dilakukan setelah Plh Bupati TTS, Marthen Selan mengeluarkan surat terkait penundaan pelaksanaan seleksi aparatur desa. Dirinya mengaku, pihaknya hanya mematuhi perintah atasan sehingga jadwal pelaksanaan seleksi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

" Jadwal seleksinya kembali ditunda menunggu pelantikan bupati dan wakil bupati TTS terpilih. Hal ini tentunya akan menganggu jadwal tahapan seleksi selanjutnya, tetapi kita menghormati surat Plh. Bupati TTS, " ungkap Zem.

Ketika disinggung terkait kesiapan soal ujian tertulis sebagai tahapan seleksi awal, Zem mengaku, hingga saat ini soal untuk ujian seleksi awal belum di susun tim penyusun soal tingkat kabupaten TTS.

Tiga Kota di NTT Jadi Kota yang Paling Kotor Se-Indonesia. Kota Kupang Salah Satunya!

Dirinya beralasan, belum disusunnya soal seleksi tertulis sebagai dalam dari penundaan pelaksanaan seleksi aparatur desa.

Sedangkan untuk materi soal wawancara dan praktek, tim kabupaten hanya memberikan kisi-kisi sebagai panduan. Nantinya panitia tingkat desa yang akan mengembangkan kisi-kisi tersebut ke dalamm pertanyaan.

" Soal untuk ujian tertulis belum kita susun menunggu kepastian jadwal pelaksanaannya. Kalau untuk ujian wawancara dan praktek komputer, kita hanya memberikan kisi-kisi nanti panitia tingkat desa yang akan kembangkan, " jelasnya.

Terkait animo pelamar, Zem mengaku,‎hingga saat ini sudah ada empat ribu lebih pelamar yang mendaftar untuk mengikuti pelaksanaan seleksi aparatur desa. Namun, untuk angka pasti jumlah kursi aparatur desa yang direbut dirinya tidak mengetahui angka pastinya.

" Animonya sangat luar biasa. Kita berharap dengan seleksi ini kita bisa mendapatkan aparatur desa yang benar -benar berkompeten," sebutnya.

Terkait mekanisme penentuan kelulusan, Zem menjelaskan, nantinya hasil ujian seleksi akan dibuat perengkingan untuk mengetahui peserta dengan nilai tertinggi. Selanjutnya, hasil perengkingan tersebut akan diumumkan di desa.

Dari hasil perengkingan tersebut, kepala desa akan merekomendasikan dua peserta untuk masing-masing jabatan. Selanjutnya, rekomendasi kepala desa akan diproses di tingkat panitia kecamatan untuk memutuskan peserta yang lulus menjadi aparatur desa. ‎

" Penentuan kelulusan ada di tangan panitia kecamatan dengan berpatokan pada perengkingan. Jadi peserta dengan rengking tertinggi yang dipastikan akan lulus," pungkasnya. (*) ‎

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved