Berita Kota Kupang

Tega Nian. Usai Ajukan Kredit, Kakek 74 Tahun Malah Ditipu Petugas Marketing Taspen Asa Puluhan Juta

penipuan ini mengakibatkan uang pinjaman yang tersimpan di rekening bank atas miliknya raib dan tersisa Rp 425 ribu saja.

Tega Nian. Usai Ajukan Kredit, Kakek 74 Tahun Malah Ditipu Petugas Marketing Taspen Asa Puluhan Juta
POS KUPANG/RYAN NONG
Benediktus Sani (74) didampingi Hery F.F Batileo SH,MH saat akan memberi keterangan di Direskrimum Polda NTT pada Sabtu (12/1/2019) sore. 

POS-KUPANG.COM| KUPANG -- Tega Nian. Kakek Benediktus Sani (74) mengalami hal yang memilukan. Usai  mengajukan kredit, warga Jalan Hasanudin RT 25 RW 01 Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT ini malah diduga tertipu ulah oknum staf marketing Taspen Asa Kupang.

Tak main-main, penipuan ini mengakibatkan uang pinjaman yang tersimpan di rekening bank atas miliknya raib dan tersisa Rp 425 ribu saja.

Ia awalnya dibujuk untuk difasilitasi melakukan pinjam melalui Taspen Asa Kupang di Bank BNI oleh oknum tim marketing Taspen Asa Kupang, CU bersama rekannya GL dan PL.

Upaya bulus bujuk rayu itu bahkan tidak hanya dilakukan sekali hingga pihak Bank mencairkan pinjaman Rp 124 juta.

Kakek Benediktus Sani Kena Tipu Ratusan Juta, Taspen Cabang Kupang Bantah Miliki Produk Taspen Asa

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

Namun yang terjadi kemudian, sisa uang di rekening miliknya tidak sesuai dengan jumlah seharusnya.

Pensiunan PNS Kecamatan Kota Kefamenanu lulusan SR yang merasa tak puas ini pun akhirnya ke kantor BNI Cabang Kefamenanu untuk memastikan transaksi atas rekeningnya. Setelah dilakukan print out transaksi, ternyata ditemukan sejumlah transaksi gelap dan pengalihan sejumlah dana miliknya.

Kepada wartawan pada Sabtu (12/1/2019), Benediktus menyatakan ia percaya saja awalnya kepada tim marketing Taspen Asa itu namun ia kaget ketika ia memeriksa rekeningnya, ia tidak lagi menemukan uang yang harusnya masih disana.

“Petugas di BNI Cabang Kefamenanu memberi penjelasan bahwa telah terjadi sejumlah transaksi yang ditransfer ke rekening pribadi Marketing Taspen Asa, Christin Uskono sebesar Rp 3,5 juta dan Rp 10 juta. Sisa uang Rp 20 juta juga masih raib,” katanya.

Benediktus kemudian didampingi kuasa hukum dari LBH Surya NTT, Herry F.F Battileo, SH. MH membuat laporan polisi di Polda NTT pada Sabtu (12/1/2019) siang dengan nomor laporan LP/B/14/I/2019/SPKT Polda NTT.

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah (KOMPAS.COM)

Benediktus menceritakan kronologis kejadian itu berawal dari kedatangan CU sebagai marketing Taspen Asa yang bertindak sebagai vendor BNI cabang Kupang bersama koordinator Taspen Asa wilayah Kupang, GL dan PL ke rumahnya pada bulan Juli 2018 untuk menawarkan kredit Taspen Asa melalui BNI Cabang Kupang.

Tenda Sempat Rubuh Dihantam Hujan dan Angin, Pelantikan BP Himafora Berjalan Lancar

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved