Berita Kabupaten Malaka

Warga Kobalima-Malaka Suka Pola Double Track

-Penanaman jagung menggunakan pola double track semakin familiar di kalangan petani di Kobalima, Kabupaten Malaka. Petani sudah

Warga Kobalima-Malaka Suka Pola Double Track
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Camat Kobalima, Frans Teti bersama petani di kebun jagung yang ditanam menggunakan pola double track, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN---Penanaman jagung menggunakan pola double track semakin familiar di kalangan petani di Kobalima, Kabupaten Malaka. Petani sudah merasakan manfaat dari teknologi ini sehingga mereka selalu menerapkan pola double track.

Dari 400 hektare lebih lahan milik warga yang diolah melalui pprgram RMP, semuanya ditanam jagung menggunakan pola double track. Jumlah ini menunjukan perkembangan yang sangat baik dalam pengembangan teknologi pertanian modern di Kabupaten Malaka.

Hal itu dikatakan Camat Kobalima, Frans Teti kepada wartawan di Kobalima, Jumat (11/1/2019). Dikatakannya, dari hasil pantauan di lapangan selama satu minggu terakhir menunjukkan, semua petani di Kobalima bisa menanam jagung menggunakan pola double track.

Dari 400 hektare lahan yang diolah melalui program RPM tahun 2018, semuanya ditanam jagung menggunakan pola double track.


Pertumbuhan jagung saat ini sangat baik. Dengan pertumbuhan jagung yang baik itu diharapkan bisa memberikan hasil produksi yang baik pula demi kesejahtraan hidup rumah tangga.

Menurut Tety, penerapan pola tanam double track semakin familiar di kalangan petani sehingga petani mulai mandiri dan selalu menerapkan pola tanam double track di kebun masing-masing. Hal ini sebagai implementasi program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetus Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Sebagai Camat, Tety merasa senang dan bangga karena petani di Kobalima mulai beralih dari sistem pertanian tradisional ke pola pertanian modern. Kesadaran yang sudah tumbuh secara berlahan-lahan ini tetap dipertahankan dan terus didorong sehingga suata saat semua petani sudah menerapkan pola double track.

“Kita juga senang karena rakyat saat ini sudah mulai beralih menggunakan teknologi penanaman modern untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung. Ritme ini tetap kita pertahankan dan terus diperluas di masa mendatang," kata Tety.

Menurut Tety, sejak program RPM dilaksanakan, animo warga untuk mengolah tanah semakin meningkat karena merasa terbantu dengan traktor yang disiapkan pemerintah. Luas lahan garapan terus bertambah dari tahun ke tahun. Produksi jagung terus meningkat sehingga warga tidak lagi kekurangan makanan.

Tety berusaha agar tahun ini jadwal pengolahan lahan menggunakan traktor lebih awal sehingga sebelum musim hujan sudah banyak lahan yang diolah.

Sebelumnya Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat penutupan sidang III DPRD Malaka Desember 2018, Senin (17/12/2018) melaporkan kegiatan pacul tanah masyarakat tahun 2018 di Kabupaten Malaka mencapai 3.200 hektare dari target 2.500 hektare. Pemerintah terus meningkatkan luas lahan olahan petani dari tahun ke tahun agar masyarakat berkelimpahan makanan.

Bupati juga berkomitmen agar tahun 2019 kegiatan pacul tanah menggunakan traktor dilaksanakan lebih awal sehingga lahan yang digarap terus meningkat. (jen/Adv).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved