Berita Kabupaten Manggarai Barat

Bupati Manggarai tantang Pihak yang Punya Bukti Gratifikasi Hibah Tanah ke Pertamina

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai resmi menghibahkan tanah yang merupakan aset daerah itu seluas 2 hektar di Reo kepada Pertamina untuk pembangu

Bupati Manggarai tantang Pihak yang Punya Bukti Gratifikasi Hibah Tanah ke Pertamina
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Bupati Manggarai Deno Kamilus, saat menandatangani perjanjian hibah tanah ke Pertamina yang berlangsung di Labuan Bajo, Jumat (11/1/2019). 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai resmi menghibahkan tanah yang merupakan aset daerah itu seluas 2 hektar di Reo kepada Pertamina untuk pembangunan depot dan fasilitas lainnya.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Manggarai Deno Kamilus kepada Direktur Utama (Dirut) Pertamina yang diwakili oleh Senior Vice Aset Management, Alam Yusuf.

Acara seremoni penyerahan lahan itu berlangsung di Alor Ballroom Hotel Ayana Labuan Bajo, Jumat (11/1/2019).

Selain Pemkab Manggarai, Pemkab Belu juga oleh bupati Wilibrodus Lai
menghibahkan asetnya kepada Pertamina dalam kesempatan itu.

Saat ditanyai wartawan terkait rumor adanya gratifikasi dalam tahapan penyerahan itu, Bupati Deno menantang pihak-pihak yang punya bukti untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

Satgas Yonif Mekanis Terima 3 Senjata Api dan Satu Granat Tangan

BREAKINGNEWS: Mabuk Miras, Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas Usai Tabrakan Maut

"Saya mau pastikan suap menyuap, gratifikasi, sama sekali tidak ada dalam kaitan dengan proses penyerahan hibah tanah. Tetapi kalau ada para pihak yang bisa memberikan bukti tentang ada aliran gratifikasi dan aliran suap menyuap, maka saya kira itu urusan yang bisa kita telusuri lebih lanjut," tegas Deno.

Dia menambahkan, penyerahan menggunakan pola hibah otomatis Pemkab Manggarai tidak mendapat keuntungan atau profit.

"Manfaat ekonomi tidak harus selalu dilihat dari take and give. Tetapi juga bagaimana dukungan terhadap kehadiran pertamina untuk mendukung perekonomian di daerah ini," kata Deno.

Dia menjelaskan, tahapan penyerahan itu telah berlangsung sejak tahun 1979 saat Manggarai dipimpin oleh Frans Dula Burhan.

"Tahun 1979 ada surat dari Menteri Dalam Negeri, semacam perintah kepada bupati dan gubernur di Indonesia Timur dalam rangka pelayanan bahan bakar minyak bagi masyarakat maka diminta pemerintah siapkan lahan dan itu sudah disiapkan oleh pak Burhan. Sejak tahun 1979 itu juga dibangun depot, dermaga dan juga fasilitas lainnya di atas tanah itu," kata Deno.

Dirinya kata dia hanya menuntas saja apa yang sudah dilakukan oleh pendahulunya.
"Saya hanya menuntas saja apa yang telah dibuat oleh Pak Burhan tahun 1979," kata Deno.

Disampaikanya, ketika DPRD secara institusi termasuk Pansus sudah bekerja, melakukan verifikasi dan sudah memberikan persetujuan maka hibah bisa dilakukan.
"Kejaksaan agung juga memberikan pertimbangan hukum, kata Deno.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved