Berita NTT

Beda Daton Harap Persoalan Mahasiswi yang Dicekal Tidak Dilihat sebagai Persoalan Berbau Etnis

Lebih dari 1.500 orang yang telah dicekal oleh petugas yang terdiri dari berbagai komponen merupakan warga dari seluruh NTT.

Beda Daton Harap Persoalan Mahasiswi yang Dicekal Tidak Dilihat sebagai Persoalan Berbau Etnis
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Darius Beda Daton 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, S.H mengharapkan persoalan mahasiswi yang dicekal petugas (Satgas) Nakertrans NTT di Bandara El Tari Kupang pada Jumat (4/1/2019) lalu tidak dilihat sebagai persoalan berbau etnis.

"Karena persoalan ini sudah viral dan menyebar ke mana-mana, saya harap persoalan ini sebagai persoalan yang tidak dilihat sebagai persoalan yang berbau etnis dimana orang menganggap, mendiskreditkan atau mendiskriminasi orang Alor. Itu bukan," katanya ketika dihubungi POS-KUPANG.COM pada Sabtu (12/1/2019).

Dia menjelaskan, persoalan pencekalan tersebut harus dilihat sebagai persoalan sistemik dan tidak ada unsur lain seperti adanya unsur berbau etnis.

Lanjut Darius, lebih dari 1.500 orang yang telah dicekal oleh petugas yang terdiri dari berbagai komponen merupakan warga dari seluruh NTT.

"Jadi supaya ini tidak masuk dalam konflik etnis. Ini bukan ya. Bukan orang dari suku Alor yang ditahan di sana akan tetapi banyak orang yang berasal dari seluruh daerah di NTT," katanya.

"Maka jika dilihat ini merupakan hal sistemik yanf harus kita lihat sehingga memberikan kami kesempatan untuk bisa melihat dengan leluasa," tambahnya.

Sebelumnya, pihaknya telah membentuk tim Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) untuk menanggapi persoalan mahasiswi asal Alor, Selfina Maria Etidena yang dicekal Tim Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang di Bandara El Tari Kupang pada 4 Januari 2019 lalu.

"Hari Rabu (9/1/2019) yang lalu mereka melaporkan masalah tersebut sehingga di kantor Ombudsman kami membentuk Tim Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) karena ini harus cepat dan ada 3-4 orang dalam tim itu," ungkapnya.

Selanjutnya, bersama Tim RCO pihaknya melakukan pemeriksaan dan klarifikasi di Dinas Nakertrans NTT dan PT Angkasa Pura bersama jajarannya pada Kamis, (10/1/2019) lalu.

"Kami mengajukan beberapa pertanyaan terkait standar operasional prosedur (SOP) tim Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang di Bandara El Tari Kupang. Kami lakukan berita acara dan lainnya," jelas Darius.

Dari hasil klarifikasi, kata Darius, akan ditambah dokumen kartu mahasiswa dari Selfina Maria Etidena dan dokumen tambahan lainnya untuk menyusun Laporan Hasil Pemerikasaan (LAHP).

Lebih lanjut, LAHP akan diselesaikan dalam waktu beberapa hari ini dan nantinya akan diserahkan kepada Dinas Nakertrans NTT dan PT Angkasa Pura untuk melihat pencegahan keberangkatan Selfina Maria Etidena ke Jogjakarta sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tim Gugus Tugas atau tidak.

"Kalau ada penyimpangan SOP dan seterusnya bagaimana konsekuensi atas orang yang dicegah ini. Apakah tiketnya dipulangkan kami akan bicarakan. Sejauh ini hasil-hasil pemerikasaan masih diolah. Mungkin satu atau dua hari ini kami akan serahkan ke ketua Tim Gugus Tugas," katanya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved