Berita NTT

Dekan FKM Undana: Limbah Medis Harus Dimusnahkan

Limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit wajib ada pengelolaannya dan harus segera dimusnahkan.

Dekan FKM Undana: Limbah Medis Harus Dimusnahkan
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Tumpukan limbah B3 di RSU WZ Johannes Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Apris Adu, S.Pt.,M.Kes mengatakan limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit wajib ada pengelolaannya dan harus segera dimusnahkan.

"Tentunya itu merupakan tanggung jawab rumah sakit untuk mengolah dan menangani limbah medis. Itu wajib ada, tidak bisa tidak atau dispensasi dan sebagainya," ungkapnya ketika dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon pada Jumat (11/1/2019) malam.

Dijelaskannya, pada prinsipnya semua limbah medis rumah sakit harus didata dengan baik sebelum dimusnahkan sehingga tidak berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar area pembuangan sampah medis.

Limbah medis, lanjut Apris, bila dibuang dalam jumlah yang banyak bisa mencemari lingkungan bahkan air sumur dari masyarakat sekitar dapat tercemar. Terlebih saat ini merupakan musim hujan.

VIDEO: Tumpukan Limbah B3 di RSU Prof. WZ Johannes Kupang

RSUD WZ Johannes Kupang Wacanakan Pembentukan UPT Penanganan Limbah Medis

Lisa BLACKPINK Dibully, Begini Reaksi Bambam, Janjikan Belikan Banyak Makanan Enak

Pencemaran air sumur tersebut diperkuat dengan hasil penelitian ahli yang menunjukkan pori-pori tanah di pulau Timor masuk dalam kategori cukup besar sehingga rembesan airnya dapat berlangsung dengan cepat.

"Kita tahu bahwa hasil penelitian dari Pak Doktor Ataupah bahwa memang pori-pori tanah di pulau Timor ini cukup besar sehingga rembesan airnya itu cepat sekali," katanya.

"Ada kasus yang terjadi dimana sumur tedens di Kelurahan Oeba (Kota Kupang) itu ditemukan oli, diduga (air yang tercampur oli) dari bengkel kendaraan bermotor yang berada pada ketinggian dari sumur itu dan merembes ke sumur," contoh Apris terkait pencemaran air di Kota Kupang.

Menurutnya, jika limbah medis tersebut dibuang sembarangan dapat mengakibatkan pencemaran yang diduga berasal dari obat-obat dan limbah medis lainnya.

Apris juga mengungkapkan, dampak dari limbah medis lainnya yakni masyarakat dapat menyalagunakan obat-obatan yang telah kadaluarsa yang sebenarnya harus dimusnahkan.

"Berbicara tentang limbah rumah sakit dapat disalahgunakan oleh masyarakat contohnya banyak terjadi bahan-bahan infus dipakai untuk pengisian air untuk tanaman, hal ini kan salah dalam penggunaannya. Begitupun dengan obat-obatan yang sudah kadaluarsa bisa juga digunakan untuk hal-hal yang negatif di kalangan anak muda," katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan di tengah masyarakat juga banyak ditemukan obat-obatan kadaluarsa yang ditemukan di kios-kios.

"Ini juga bisa berasal atau diduga berasal dari limbah rumah sakit jika tidak dimusnahkan," imbuhnya.

Dijelaskannya, jika rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya belum memiliki wadah pembakaran sampah (insinerator) dapat melakukan pemusnahan limbah medis secara manual.

Akan tetapi, lanjut Apris, pemusnahan limbah medis harus sesuai dengan tata cara pemusnahan limbah medis yang ada dan diawasi dengan baik. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved