Berita NTT Terkini

Seleksi Anggota KPU Alor ! Saat Wawancara, Timsel Tak Pernah Ajukan Pertanyaan tetang Pemilu

timsel juga tidak mempedomani Asas seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota Sepeti yang di atur dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2018 pasal 2 .

Seleksi Anggota KPU Alor !  Saat Wawancara, Timsel Tak Pernah Ajukan Pertanyaan tetang Pemilu
tribun indragiri hulu
Kubu Prabowo-Sandiaga Tanya Bagaimana Orang Gila Gunakan Hak Pilihnya dalam Pemilu. (FOTO : LOGO KPU) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - "Saya merasa aneh, karena ketika tahapan seleksi wawancara, saya tidak pernah ditanya soal pemilu atau kepemiluan. Saya heran,mau dibawa kemana lembaga penyelenggara Pemilu ini,‎kalau proses rekruitmennya seperti ini,".

‎Hal ini disampaikan salah satu peserta seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Alor,Febriano Christian Blegur, S.Sos, M.Si, Kamis (9/1/2019).

Febri sapaan akrab Febriano mengakui,telah menyurati KPU RI menyangkut proses seleksi yang dilakukan tim seleksi (timsel).

Saat Kepergok, Mahasiswi ini Menantang Oknum Dosen, Memilih Dia atau Istrinya?

Dia mengatakan, seleksi calon Anggota KPU Kabupaten Alor diduga bermasalah. Masalah yang dihadapi selain ketidaktransparanan dari timsel,juga kuat dugaan ada praktek percaloan.

"Masa seleksi untuk jadi penyelenggara pemilu tapi peserta seleksi tidak ditanyakan mengenai Pemilu. Saya merasa aneh, mau bawa lembaga ini ke mana, " tanya Febri.

Dijelaskan, selain model seleksi itu, timesel juga tidak pernah mengumumkan hasil seleksi tiap tahapan.

Hal ini, lanjutnya, bertentangan dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2018 pasal 22 ayat 6 dan 7 yakni Timsel tidak mengumumkan Hasil Tes ,Pisikologis

Dia menagatakan, selain tidak transparan, Timsel juga tidak memberi hasil ujian
Computer Assisted Test (CAT), Pisikotes dan wawancara melalui media masa lokal atau nasional, sehingga telah bertentangan dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2018 , khususnya pasal 21 ayat 9.

Lebih lanjut, timsel juga tidak mempedomani Asas seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota Sepeti yang di atur dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2018 pasal 2 . Padahal Tes CAT merupakan indikator obyektif untuk mengukur pemahaman peserta tentang, Pancasila ,UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,

NKRI,BhinekaTunggal Ika,Ketatanegaraan, Kepemiluan, Kepartaiandan Lembaga Penyelenggara Pemilu.

Akibat Gempa Bumi Tiga Pintu Kaca Terminal Pelabuhan Labuan Bajo Pecah! 4 Orang Terluka

"Timsel juga tidak mengumumkan hasil tes pisikologis melalui media masa lokal atau nasional sehinga menimbulkan frasa Timsel tidak jujur dan terbuka atau dengan kata lain Timsel mengabaikan Asas Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota karena kewajiban Timsel salah satunya menyampaikan ke publik sebagai bagian dari pertanggung jawaban publik

guna mendapatkan respon publik sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal proses seleksi anggota KPU Kabupate/Kota," katanya.

Ketua Timsel Zona 2, Prof. Mien Ratoe Oedjoe,M.Pd mengatakan, semua sanggahan dan protes maupun surat keberatan yang diterima Timsel telah diklarifikasi.

"Kami sudah klarifikasi terhadap semua surat masuk maupun protes terkait seleksi KPU Alor. Kami klarifikasi semua itu di saat seleksi wawancara terhadap peserta," kata Mien. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved