Berita Kota Kupang Terkini

Polsek Alak Serahkan Pelaku Pembunuhan Isteri ke Kejaksaan Negeri

Polsek Alak Polres Kupang Kota berencana melimpahkan tersangka pelaku pembunuhan sadis terhadap isteri sendiri ke Kejaksaan Negeri Kupang pada hari

Polsek Alak Serahkan Pelaku Pembunuhan Isteri ke Kejaksaan Negeri
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Trisen Deni Agung Baifeto, tersangka pembunuhan sadis terhadap isterinya memperagakan salah satu adegan dalam rekonstruksi kasus itu di Mapolsek Alak, Selasa (13/11/3018). 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Polsek Alak Polres Kupang Kota berencana melimpahkan tersangka pelaku pembunuhan sadis terhadap isteri sendiri ke Kejaksaan Negeri Kupang pada hari ini usai seluruh berkas perkara dinyatakan lengkap.

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (91/2019) pagi mengatakan, Trisen Deni Agung Baifeto alias TDAB, tersangka pelaku pembunuhan sadis terhadap isterinya sendiri, Marlince Harrianti Teffu (37) rencananya akan diserahkan kepada kejaksaan pada hari ini (Senin).

“Kita rencanakan melimpahkan pelaku beserta  barang buktinya ke Kejaksaan (Negeri Kupang) pada siang ini. Rencananya sekitar pukul 11.00 Wita karena pemberkasan sudah dinyatakan lengkap,” ujar Kapolsek Gede.

Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu sekira pukul 05.30 Wita di rumah korban yang terletak di Rt. 023, Rw. 007, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Trisen Deni Agung Baifeto, menikam isterinya, Marlince Harrianti Teffu (37) dengan sebilah pisau sekira pukul 05.30 Wita dalam kamar tidur mereka.

Trisen mengaku emosi setelah kedua pasangan yang memiliki dua anak itu terlibat pertengkaran pada pagi yang tenang itu. Apalagi saat pertengkaran pada pagi itu, Trisen sempat diusir keluar dari rumah oleh isterinya yang merupakan seorang guru itu. Akibatnya, karena terbakar emosi dan merasa dilecehkan, Trisen mengambil pisau dari dapur dan menikam bagian leher isterinya.

"Saat kejadian di dalam kamar tidur, kedua anak korban berada di ruang tamu. Satu berusia enam tahun dan seorang lagi berusia masih berusia satu tahun. Setelah ayah mereka keluar rumah, sang anak kemudian masuk dan melihat ibunya sudah dalam kondisi mengenaskan," papar Gede.

SNMPTN 2019 Dibuka ! Ini Kerangka Waktunya

Cristiano Ronaldo Beri Tugas Pemain Juventus

Gede menjelaskan, akibat tikaman itu korban langsung meninggal dunia karena mengalami pendarahan hebat, apalagi pisau yang mengenai leher korban dibiarkan menancap dileher korban.

"Kita temukan satu sayatan saja, tapi pisaunya masih tertancap di leher korban cukup dalam," tambah Gede.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved