Berita Kabupaten Lembata

Dua Jam Penyidik Tipikor Periksa Sekretaris DPRD Kabupaten Lembata

Pelaksanaan proyek tersebut menelan dana sekitar Rp 1,3 miliar. Namun dari jumlah tersebut, uang negara yang diduga diselewengkan mencapai Rp 200 juta

Dua Jam Penyidik Tipikor Periksa Sekretaris DPRD Kabupaten Lembata
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
DIPERIKSA -- Sekwan DPRD Lembata, Burhan Kia (kanan) saat memberi keterangan kepada pebyidik tipikor Polres Lembata, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Penyidik tipikor Polres Lembata, kembali memeriksa seorang pejabat daerah. Kali ini giliran Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lembata, Burhan Kia. Burhan diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan uang negara dalam proyek pengadaan sound system di gedung Dewan setempat tahun 2017 lalu.

Pelaksanaan proyek tersebut menelan dana sekitar Rp 1,3 miliar. Namun dari jumlah tersebut, uang negara yang diduga diselewengkan mencapai Rp 200 juta lebih.

Angka itu diperoleh dari dugaan mark up harga barang ketika dibeli di Jakarta tahun 2017 silam dan beberapa tindak penyelewengan lainnya.

Disaksikan Pos Kupang.Com, Burhan Kia tiba di Mapolres Lembata sekitar pukul 10.00 Wita. Setiba di mapolres, ia langsung menuju ruang penyidik tipikor. Saat itu Burhan hanya ditemani seorang staf. Mengenakan pakaian motif tenunan daerah, Burhan mengatakan baru kali ini ia berkesempatan memenuhi panggilan penyidik karena berbagai berbagai kesibukan.

Bupati dan Wakil Bupati TTS Terpilih Ukur Pakaian Pelantikan ke Jakarta

Istri Sedang  Mencuci  Pakaian! Dipukul Suami hinnga Masuk  Baskom Cucian

"Sudah beberapa kali saya dipanggil tapi baru kali ini bisa memenuhi panggilan penyidik karena berbagai kesibukkan. Saya siap memberi keterangan tentang pelaksanaan proyek dan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan item proyek itu," ujar Burhan kepada Pos Kupang.Com, Kamis (10/1/2019). Ia mengungkapkan hal itu sebelum ia diperiksa polisi.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com di Mapolres Lembata, menyebutkan, pelaksanaan proyek itu tak menemui hambatan yang berarti. Hanya saja, sebelum proyek rampung 100 persen, kuasa pengguna anggaran justeru telah merealisasikan uang 100 persen.

Penanganan kasus tersebut sesungguhnya telah dilaksanakan oleh penyidik tipikor sebelumnya. Namun progress penanganannya tidak terlihat sama sekali. Untuk itulah, penyidik tipikor saat ini mengagendakannya kembali sehingga bisa diketahui seperti apa hasilnya.

Sesuai rencana, selain Burhan Kia, penyidik tipikor juga akan memanggil Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lembata, Petrus Bote serta panitia tender lainnya. Namun pemeriksaan para pihak itu akan berlangsung pada hari-hari berikutnya.

Hal itu disesuaikan dengan kesibukan penyidik yang saat ini sedang menangani kasus korupsi dana desa yang dilakukan oknum Kepala Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Abdullah Bahrun. Bila tak ada aral melintang, maka dalam waktu dekat penyidik akan menetapkan nama tersangka.

Burhan Kia mengatakan, pada Kamis (10/1/2019) siang itu, ada agenda yang masuk ke Dewan tentang penyampaian aspirasi oleh sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya Forum Peduli Penyelamat Lewotana (FP2L). Namun dirinya lebih memrioritaskan panggilan penyidik tipikor karena itu lebih penting dari yang lain.

"Saya ini sudah beberapa kali dipanggil, tapi baru kali ini datang memenuhi panggilan penyidik. Olehnya, hari ini saya akan memberi keterangan tentang mekanisme pelaksanaan proyek itu. Saya pasti kooperatif karena itulah saya datang untuk memberi keterangan kepada penyidik tipikor ini," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved