Berita Kabupaten TTS

Araksi Sayangkan Sikap Kadis PKAD TTS, Kenapa Ya?

meminta Esterina untuk tidak menutupi masalah utang pihak ketiga tersebut. Jika Esterina tak mampu menyelesaikan persoalan tersebut, Araksi meminta

Araksi Sayangkan Sikap Kadis PKAD TTS, Kenapa Ya?
POS KUPANG
Ketua Araksi, Alfred Baun 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – ‎Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun mengecam sikap Kepala Dinas PKAD, Esterina Banfatin yang enggan bertemu dengan awak media untuk menjelaskan utang pihak ketiga yang sudah menumpuk sejak tahun 2012 silam dan belum juga lunas dibayarkan.

Dirinya meminta Esterina untuk tidak menutupi masalah utang pihak ketiga tersebut. Jika Esterina tak mampu menyelesaikan persoalan tersebut, Araksi meminta Esterina untuk mundur dari jabatannya.

" Kenapa diera keterbukaan ini masih ada pimpinan publik yang alergi dengan media. Padahal, persoalan utang pihak ketiga itu sudah menjadi masalah di daerah ini. Masyarakat Kabupaten TTS juga ingin tahu. Kalau masalah ini terus ditututi Araksi akan segera melakukan aksi," tegas Alfred.

Terpisah, ‎Ketua Komisi III DPRD TTS, David Boimau yang dikonfirmasi terkait utang pihak ketiga mengaku belum mengetahui angka pasti utang pihak ketiga yang belum dibayarkan.

Menurutnya, utang pihak ketiga seharusnya sudah dibayarkan melalui anggaran APBD perubahan 2018. Dalam APBD perubahan, sudah dialokasikan anggaran senilai 88 Miliar untuk membayar seluruh utang pihak ketiga dari tahun 2012 hingga 2017 yang terbawa hingga 2018. ‎

Untuk mengetahui jumlah utang pihak ketiga yang belum dibayarkan dan alasan belum dibayarkan, pada Senin mendatang (14/1/2019) komisi III akan melakukan rapat dengan OPD mitra guna membahas hal tersebut.

" Senin depan baru kami bahas hal tersebut bersama mitra. Kami berharap jika seluruh persyaratan untuk dibayarkan sudah dipenuhi Pemda TTS tidak boleh menundah lagi untuk membayar. Jangan sampai setiap tahun baru kita terus bawa utang dari tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Rabu, (9/1/2019) sekitar pukul 11.00 Wita, wartawan pos kupang datang ke kantor Dinas PKAD. Setelah tiba di lobi depan, oleh petugas piket jaga wartawan dimintai untuk mengisi buku tamu.

Usai mengisi buku tamu, wartawan pos kupang sempat menyampaikan topik pertanyaan dan menitipkan pesan melalui petugas piket, jika kedatangan wartawan untuk menemui Kepala Dinas PKAD atas rekomendasi Plh. Bupati TTS.

Usai mendengarkan topik pertanyaan, dengan membawa buku tamu seorang petugas piket langsung bergegas menuju ruang kepala Dinas PKAD untuk menyampaikan kedatangan wartawan pos kupang.

Setelah menunggu kurang lebih 8 menit, petugas piket turun dari lantai dua dengan membawa buku tamu. Kepada wartawan, petugas piket menyampaikan pesan Kepala Dinas PKAD.

Dosen di Kupang ini Kedapatan Bersama Mahasiswinya dalam Kamar Kos, Sepeda motor Jadi Petunjuk

" Maaf kakak, ibu bilang lain lagi saja baru ketemu. Soalnya ibu lagi sibuk," ungkap pria berambut hitam tersebut sembari kembali menuju ke belakang meja piket.

Ini bukan pertama kalinya Esterina menolak bertemu dengan wartawan dengan alasan sibuk. Sebelumnya, pada Senin (1/10/2018), Esterina juga menolak bertemu wartawan dengan alasan serupa.

Gempa Bumi 5.2 SR Guncang Sumba Tengah, NTT Warga Wangapu Sangat Merasakan Goyanganya

Padahal waktu itu kedatangan wartawan juga atas rekomendasi Plh. Bupati TTS. Setelah menunggu kurang lebih 20 menit di ruang tunggu, Esterina lewat petugas piket menyampaikan tidak bisa melayani wartawan karena sibuk. (*)‎

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved