Berita TTU

Tersangka Korupsi Mempraperadilkan Polres TTU

Tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan proyek embung di Desa Nimasi, Kecamatan Bikomi Tengah

Tersangka Korupsi Mempraperadilkan Polres TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Wakapolres TTU Kompol Yeter B. Selan 

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -- Tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan proyek embung di Desa Nimasi, Kecamatan Bikomi Tengah, Edwan Bitin Bere, mempraperadilkan Polres Timor Tengah Utara (TTU) ke Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Gugatan praperadilan Edwan Bitin Bere, melalui kuasa hukumnya Robert Salu, S.H, terkait penetapan status tersangka oleh penyidik Polres TTU.

Robert Salu yang dihubungi, Senin (7/1/2018),
membenarkan pihaknya melayangkan gugatan praperadilan tersebut. Ia menyebut alasan melayangkan gugatan praperadilan karena penetapan tersangka yang dilakukan oleh polisi dari Polres TTU dinilai tidak prosedur.

Menurut Robert, pihaknya melihat ada keganjilan dalam penetapan tersangka karena pada tanggal 22 November 2018, pihak kepolisian memberikan surat panggilan kepada kliennya untuk menjalani pemeriksaan dengan status sebagai tersangka.

Dalam surat panggilan itu, kata Robert, penetapan tersangka oleh pihak kepolisian TTU kepada kliennya didasarkan pada laporan polisi terkait dugaan kasus pengerjaan embung di Desa Nimasi.

Namun dalam surat panggilan itu, tegas Robert, memuat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polres TTU kepada kliennya juga dilakukan pada tanggal yang sama, yakni 22 November 2018.

"Jadi, laporan polisi tertanggal 22 November 2018, kemudian penetapan tersangka terhadap klien saya ini pada 22 November 2018. Kita pertanyakan, ketika laporan polisi tanggal 22 November, terus kapan mereka lakukan penyelidikan sampai ke tahap penyidikan," ujarnya.

Robert mengatakan, kalaupun kliennya ditetapkan tersangka secara tunggal sangat lucu karena proses pekerjaan proyek embung oleh kliennya sudah FHO dan PHO sehingga tanggung jawab proyek tersebut ada pada panitia.

"Seharusnya, panitia yang harus ditetapkan tersangka terlebih dahulu, bukan klien kami karena tanggung jawab sudah ada pada panitia," tegasnya.

Hak Tersangka
Wakapolres TTU, Kompol Yeter B Selan, menjelaskan, Polres TTU siap menghadapi gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh kuasa hukum tersangka. Namun pihak kepolisian mengaku belum ada pemberitahuan yang disampaikan oleh Pengadilan Negeri Kefamenanu sehingga belum mengetahui adanya materi gugatan.

"Secara formil, pemberitahuan dari pengadilan ke Polres TTU belum ada. Dan, kalau terjadi, itu namanya seni hukum," tutur Yeter.

Menurut Yeter, para tersangka berhak melakukan gugatan praperadilan terhadap status tersangka yang ditetapkan pihak kepolisian karena dibenarkan oleh undang-undang.

"Jadi itu sah-sah saja. Hanya saja kalau itu terjadi, penyidik punya hak untuk menjawab materi gugatan itu di pengadilan. Jadi kita tunggu saja, kapan sidangnya, kemudian nanti penyidik akan menjawab," ungkapnya.

Ditegaskan Yeter, penetapan tersangka sudah sesuai prosedur yang berlaku. "Jadi, kita tetapkan tersangka bukan mengada- ada," tegas Yeter. (mm)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved