Berita Kabupaten TTS

Tak Dapat Sampel Makanan, Dinkes Lakukan Analisis Gejala Korban Diduga Keracunan

Para pasien yang dirawat mengalami dihidrasi sehingga diberikan cairan infus.

Tak Dapat Sampel Makanan, Dinkes Lakukan Analisis Gejala Korban Diduga Keracunan
pos-kupang.com
Para pasien korban dugaan keracunan sedang dirawat di RSUD Soe 

POS-KUPANG.COM| SOE – Sampel sisa makanan acara Natal bersama yang diduga sebagai penyebab utama terjadinya kasus yang diduga keracunan tak berhasil ditemukan. Oleh sebab itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten TTS melakukan analisis gejala korban yang diduga keracunan guna memastikan penyebab para korban mengalami mual-mual, menceret, sakit kepala, pusing dan demam.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes TTS, dr. Eirene Ina Dwika Ate saat dikonfirmasi pos kupang melalui ‎Kabid Penanganan dan Pencegahan Penyakit, dr. Maltilda Kase, Selasa ( 8/1/2019) di ruang kerjanya.

Maltilda mengatakan, pihak sudah turun langsung tempat acara natal bersama di kediaman Agusto De Araujo di Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat namun tidak berhasil menemukan sisa makanan yang dihidangkan saat acara Natal bersama.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya sedang melukan analisi gejala yang dialami para pasien korban diduga keracunan makanan baik yang dirawat di RSUD Soe, Puskesmas Nule dan Posko Penanggulan. Dari hasil analisis baru akan ditarik kesimpulan penyebab utama para korban mengalami mual-mual, menceret, sakit kepala, pusing dan demam.

Pater Pater Yoakim Ndelo Sampaikan Terima Kasih Kepada Jacob Nuwa Wea

Kenakan Kimono Lalu Nyetir Mobil. Biksu Ini Ditilang Polisi. Begini Kisahnya

" Kita masih melakukan analisis gejala sehingga belum bisa kita pastikan apakah para korban mengalami keracunan makanan atau tidak. Apakah itu disebabkan oleh bakteri atau atau rotavirus. Nanti kalau sudah ada hasilnya baru kita sampaikan," ungkap Maltilda.

Ketika ditanyakan apakah kasus yang diduga keracunan tersebut masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB), Maltilda mengaku, kejadian tersebut masuk kategori KLB.

Oleh sebab itu, saat ini sementara disusun hasil analisis kasus dugaan Keracunanan tersebut untuk ditetapkan sebagai KLB.

Untuk penanganannya, saat ini selain melakukan perawatan kepada para korban, Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk melihat agent penyebab dari timbulnya kasus tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, total penderita kasus dugaan keracunan mencapai 64 korban, dengan rincian, 29 dirawat di RSUD Soe, 26 pasien dirawat di Puskesmas Nule dan 9 pasien dirawat di posko. Selain itu, pihak Dinas Kesehatan juga melakukan penyisiran di Desa Nule untuk mengetahui apakah masih ada korban dugaan keracunan lainnya yang belum mendapatkan penanganan.

" Sebagian pasien ada yang sudah sehat dan diijinkan untuk pulang. Tetapi sebagian besar masih dirawat karena keadaannya belum kembali normal. Sebagian dirawat di RSUD Soe, sebagian di Puskesmas Nule dan sebagian di Posko," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved