Berita Kabupaten TTS

53 Orang Keracunan, Dinas Kesehatan Ambil Sempel Makanan

Staf saya sudah ambil sampelnya di tempat acara perayaan Natal bersama untuk diperiksa. Nanti dari hasil lab baru bisa mengetahui penyebab pasti

53 Orang Keracunan, Dinas Kesehatan Ambil Sempel Makanan
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Para korban keracunan makanan yang sudah dipasingi infus sedang dirawat di RSUD Soe, Senin &/1/2019) 

POS-KUPANG.COM|SOE – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Eirene Ina Dwika Ate mengatakan, pihaknya sudah mengambil sample makanan yang dikonsumsi para korban dugaan kasus keracunan untuk dilakukan pemeriksaan lab.

Dari hasil lab baru bisa mengetahui penyebab pasti yang membuat para korban merasa sakit kepala, pusing, mual-mual, muntah bahkan hingga demam tersebut.

" Staf saya sudah ambil sampelnya di tempat acara perayaan Natal bersama untuk diperiksa. Nanti dari hasil lab baru bisa mengetahui penyebab pasti.Saat ini kita lakukan penanganan dan pemantuan perkembangan para pasien," ungkap dr. Eirene saat memantau keadaan pasien di Puskesmas Nule, Senin ( 7/9/2019) malam.

Terpisah, Kepala RSUD Soe, dr. Ria Tahun mengatakan, para pasien yang dirawat di RSUD Soe telah mendapatkan penanganan sesuai dengan derajat dehidrasi yang dialami. Untuk yang mengalami dehidrasi ringan diberikan larutan oralit.

53 Orang Keracunan, Dinkes TTS Selidiki Penyebabnya

BREAKING NEWS: Diduga Keracunan Makanan, 53 Warga Nule Dilarikan ke RSUD Soe

Sedangkan yang mengalami dehidrasi sedang diberikan obat pil dan yang mengalami dehidrasi berat diberikan infus yang sudah ditambahkan obat antibiotik. Untuk rincian pasien yang dirawat di RSUD Soe Ria mengaku, yang dipasang infus karena mengalami dehidrasi berat sebanyak 27 pasien sedangkan yang mengalami dehidrasi sedang dan ringan masih didata.

Para pasien korban dugaan keracunan sedang dirawat di RSUD Soe
Para pasien korban dugaan keracunan sedang dirawat di RSUD Soe (pos-kupang.com)

" Seluruh pasien dugaan keracunan sudah mendapatkan penanganan dan saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Saya sudah meminta dokter dan perawat untuk terus memantau keadaan pasien. Kita berharap keadaannya bisa terus membaik," ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah para pasien mengalami keracunan makanan, dr. Ria mengaku, belum mengetahui pasti penyebab para pasien mengalami muntah-muntah, pusing, kepala sakit, demam dan menceret. Untuk mengetahui kepastiannya maka harus dilakukan uji lab terhadap sempel makanan dan minuman yang dikonsumsi para korban.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

" Kita belum tahu pasti apakah ini disebabkan karena keracunan makanan atau rotavirus. Kalau rota virus maka harus dijaga kebersihan pasien. Air bersih harus tersedia," jelasnya.

Ketika disinggung terkait kekurangan tempat tidur untuk merawat para pasien korban keracunan, dr. Ria tak menampik hal tersebut. Oleh sebab itu, dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten TTS guna membantu penyedia selbad (tempat tidur) untuk merawat para pasien.

" Dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten TTS sudah memberikan bantuan tempat tidur dan air bersih," pungkasnya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved