Berita Tamu Kita

Wiwiek Yuniarti Costa: Orang NTT Berjiwa Wirausaha

Tidak terbayangkan sebelumnya kalau Wiwiek Yuniarti Costa suatu ketika meraih predikat Widyaiswara Teladan Tingkat Nasional.

Wiwiek Yuniarti Costa: Orang NTT Berjiwa Wirausaha
ist
Wiwik Yuniarti Costa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ferdy Hayon

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau suatu ketika meraih predikat sebagai Widyaiswara Teladan Tingkat Nasional dan diundang berjabatan tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara tanggal 17 Agustus 2013.

Lebih mengagetkan lagi di penghujung tahun 2018 menerima SK pengangkatan dari negara pangkat Pembina Utama Golongan IV-E yang merupakan golongan tertinggi karier seorang aparatur sipil negara (ASN). Ini setidaknya dialami Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si, yang kini menjadi salah satu widyaiswara di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Semua ini dimaknainya sebagai buah dari kerja keras, penuh ketabahan memulai karier dari pangkat dan golongan Pengatur Muda/IIa. Bagaimana Wiwiek, demikian dia disapa di lingkungan kerjanya di BBPP Kupang? Ikuti wawancara Reporter Pos Kupang, Fredi Hayong, dengan Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si, di ruang kerjanya, Kamis (3/1/2019).

Patut Ditiru Dua Anggota Polisi ini! Mereka Rayakan Kenaikan Pangkat dengan Berbagi Kasih

Anda mengabdi sebagai seorang Widyaiswara di BBPP Kupang. Bisa jelaskan peran widyaiswara ?
Kebanyakan orang memang tidak memahami tentang apakah widyaiswara itu. Kalau definisi yang sering dimuat dari berbagai peraturan yang dikeluarkan Lembaga Administrasi Negara (LAN) tentang Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar dan atau melatih para aparatur maupun non aparatur. Aparatur di sini adalah petugas penyuluh pertanian, sedangkan non aparatur bisa petani, peternak, maupun masyarakat umum. Tugasnya mendidik dan melatih sesuai dengan apa yang tertulis dalam SK Menteri Pertanian. Widyaswara harus ada di BBPP karena sebenarnya widyaiswara merupakan profesi yang mulia dan menjadi ujung tombak pembinaan SDM aparatur pemerintah dalam bidang pertanian. Ada banyak tugas yang melekat pada seorang widyaiswara. Khusus di BBPP Kupang ini, kami semua berjumlah 15 orang dengan pemetaan spesialisasi masing-masing. Jadi ada yang ahli di pakan ternak, ahli budi daya, ahli reproduksi, dokter hewan, juga ahli teknologi pasca panen. Sementara kemampuan dasar yang wajib dimiliki seorang widyaiswara adalah kewirausahaan atau agribisnis dengan penyuluhan.

Maruf Amin: Hilangkan Kemiskinan Tak Bisa Diukur Tebal Tipisnya Tempe

Anda sebagai widyaiswara memiliki spesialisasi bidang apa?
Kalau saya sesuai bidang ilmu yang saya pelajari keahlian di bidang teknologi pasca panen pada pengolahan pertanian pada umumnya. Selama ini, saya sudah melatih untuk balai ratusan angkatan yang datang dari 11 provinsi di Indonesia, baik mereka hadir di BBPP Kupang maupun saya ke provinsi lain. Materi yang saya berikan adalah pengolahan hasil peternakan dan pertanian untuk aparatur. Sedangkan, yang non aparatur saya berikan latihan pemberdayaan khusus kaum wanita dan laki laki yang berprofesi sebagai petani juga warga gereja.
Rencana ke depan memang saya lebih banyak pada upaya pemberdayaan masyarakat di pedesaan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang selama ini dibiarkan begitu saja tanpa sentuhan.
Padahal potensi lokal kita begitu banyak yang kalau diberikan pelatihan keterampilan yang baik, akan membawa hasil positif untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Anda merintis karier mulai dari pangkat dan golongan Pengatur Muda/IIa dan kini pangkat Pembina Utama/IVE. Bisa berbagi cerita tentang ini?
Saya memulai karier sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1982 dengan pangkat dan golongan Pengatur Muda/IIa, sebagai staf bidang keuangan pada Kantor Wilayah Departemen Pertanian di Kupang. Saat itu kerja sehari-hari lem amplop, membuat amplop, pokoknya apapun yang diperintahkan pimpinan itulah yang dikerjakan. Ketika itu pun baru mulai belajar mengetik. Dalam perjalanan, oleh pimpinan ketika itu Pak Pelokila, saya dipercayakan menjadi bendahara sehingga saya mengikuti kursus kebendaharaan di Bali selama dua bulan. Lalu saya hijrah dari Kanwil ke BBPP Kupang karena mengikuti suami dan pernah menjadi bendahara rutin. Sebelumnya memang saya pernah kuliah tapi karena kesibukan sehingga sempat berhenti, saya menikah dulu barulah melanjutkan kuliah di UKAW Kupang, Jurusan Pengolahan Hasil Pertanian. Setelah selesai kuliah saya dimutasi menjadi widyaiswara. Tahun 2001 menjadi widyaiswara pada Balai Diklat Agribisnis dan Teknologi Lahan Kering-Noelbaki.
Menyadari widyaiswara pertanian adalah sebagai ujung tombak pelaksanaan kegiatan pelatihan di BBPP-Kupang, saya secara tekun belajar dan memberikan pelatihan-pelatihan. Saya juga rajin membuat karya ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat. Menurut saya ini luar biasa. Profesionalisme dengan semangat yang mendorong dan menggerakkan widyaiswara untuk bekerja dengan penuh pengabdian, tanggung jawab, disiplin dan penuh keinginan untuk mencapai hasil kerja yang telah ditetapkan berdasarkan standar tertentu. Saya memiliki prinsip "Bekerja dan Berdoa" sehingga segala sesuatu karya yang dihasilkan memberi nilai positif bagi balai tempat bertugas, bagi peserta diklat sebagai pengguna teknologi dan bagi masyarakat luas. Selalu mengedepankan nilai Budaya Kerja Kementerian Pertanian yaitu: komitmen, keteladanan, profesionalisme, integritas dan disiplin, sehingga setiap tugas yang diemban akan dilaksanakan dengan dasar kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Apa yang saya lakukan ternyata mengalami lompatan karier yang luar biasa dari IIIA hingga IVC setiap dua tahun. Tahun 1998 diangkat menjadi widyaiswara pertama dengan pangkat IIIa, tahun 2000 naik pangkat ke IIIb dan tahun 2002 naik ke jenjang widyaiswara muda dengan pangkat IIIc, tahun 2004 naik pangkat ke IIId. Pada tahun 2006 naik ke jenjang widyaiswara Madya dengan pangkat IVa, tahun 2008 naik pangkat ke IVb dan pada tahun 2011 naik pangkat ke IVc. Atas izin Allah Yang Maha Kuasa, beban moril sekaligus motivasi untuk lebih berkarya bagi pembangunan pertanian pada umumnya lewat karya dan bakti sebagai widyaiswara di Balai Besar Pelatihan Peternakan-Kupang. Atas izin Allah pula maka pada bulan November 2014 berhasil melaksanakan "Orasi Ilmiah" sebagai suatu kewajiban atau persyaratan yang harus dilalui bagi seorang widyaiswara untuk dapat naik ke jenjang puncak jabatan widyaiswara yaitu "Widyaiswara Ahli Utama" pangkat IVE.

Jane Halimar, Eks Musuh Vanessa Angel Beri Bantuan Pengacara kepada Vanessa Dalam Prostitusi Online

Sekarang Anda telah meraih pangkat IVE yang merupakan pangkat tertinggi dari seorang ASN termasuk sebagai widyaiswara teladan tingkat nasional. Apa yang akan Anda lakukan?
Pertama saya merasa terharu dan bangga karena dari jerih payah perjuangan berhasil menjadi pembina utama VIE. Tahun 2013 memang saya widyaiswara teladan tingkat nasional dan mendapat penghargaan oeh Menteri Pertanian serta diizinkan untuk bertemu Presiden RI waktu itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada upacara HUT RI 17 Agustus 2013 dan tanggal 17 Desember 2018 saya menerima kenaikan pangkat ke IVE. Prestasi tersebut sangat membanggakan, tapi perjuangan sebagai widyaiswara tidak berhenti sampai di sini. Dengan memikul prestasi sebagai widyaiswara berprestasi dan jabatan puncak widyaiswara utama tidak berarti perjuangan dan pengabdian harus berakhir.
Prestasi dan jabatan tersebut tentunya akan semakin memicu semangat untuk lebih berkarya lagi bagi nusa dan bangsa tercinta, bagi dunia pertanian, pendidikan dan pelatihan serta bagi BBPP-Kupang lewat tugas pokok dan fungsi sebagai widyaiswara dengan spesialisasi teknologi pasca panen dan pengolahan hasil. Saya harus mendorong teman-teman untuk terus berprestasi. Anggapan pangkat IVE susah diraih ternyata tidak, saya sudah buktikan.

Apa pesan dan harapan Anda terhadap keberadaan BBPP Kupang saat ini?
Saya punya cita-cita mewujudkan Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang yang andal dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia Pertanian yang profesional, berjiwa wirausaha dan berwawasan global" dengan cara, mengembangkan model dan teknik pelatihan fungsional dan pelatihan teknis di bidang ternak potong dan teknologi lahan kering, pelatihan peternakan swadaya dan kewirausahaan. Mengembangkan model manajemen, metode dan materi pelatihan, pengelolaan administrasi umum, optimalisasi sarana dan prasarana pelatihan, unit usaha melalui inkubator agribisnis, pemberdayaan masyarakat desa mitra, Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) serta mengembangkan jejaring kemitraan dalam kediklatan dengan instansi lingkup pertanian, perguruan tinggi, LSM, swasta di bidang peternakan dan lembaga terkait lainnya. Dalam rangka pembangunan bangsa, pemerintah telah mencanangkan adanya reformasi birokrasi yang pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan Sumber Daya Manusia aparatur. Sesungguhnya yang menjadi produk dari organisasi pemerintahan adalah pelayanan masyarakat (publik service). Pelayanan tersebut diberikan untuk memenuhi hak masyarakat, baik itu merupakan layanan civil maupun layanan publik dengan lebih menekankan kepada mendahulukan kepentingan umum. Paradigma pelayanan publik yang digunakan oleh Balai terfokus atau berorientasi pada kepuasan pengguna layanan (customer driven government), dengan prinsip bahwa pemerintahan yang berorientasi pelanggan, adalah pemerintah yang memenuhi kebutuhan pengguna layanannya, bukan birokrasi.

Bagaimana Anda melihat peran BBPP Kupang saat ini dan ke depannya?
BBPP-Kupang berperan aktif dalam pelayanan publik dan dengan komitmen membangun bangsa di bidang pembangunan pertanian khususnya Sumber Daya Manusia lewat bidang pelatihan. BBPP-Kupang telah melatih sejumlah jenis diklat baik fungsional bagi aparatur dalam hal ini penyuluh, maupun diklat teknis di bidang pertanian dan peternakan bagi aparatur dan non aparatur.

Inilah Fakta Terbaru Seputar Kasus Prostitusi Online ! Polisi Sita Celana Dalam Ungu dan Kondom

Apa rencana besar Anda dengan ilmu yang ada dalam memajukan masyarakat NTT?
Saya akan terus berkarya untuk NTT. Saya punya mimpi dengan ilmu yang saya geluti sekarang. Saya ingin memberdayakan masyarakat yang ada di 11 provinsi yang dibina selama ini. Untuk 2019, saya fokus pada daerah pelosok. Saya ingin warga yang ada menjadi enterpreneur. Saya akan menembus dengan berbagai program baik dari kantor maupun saya komunikasikan dengan para alumni SMAN 1 Kupang (Smansa). Saya sudah berkomunikasi dengan alumni Smansa Kupang yakni Bapak Wakapolda NTT, Brigjen Joni Asadoma untuk kita alumni turun ke pelosok desa, kampung-kampung berikan pelatihan wirausaha untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga. Banyak pangan lokal yang selama ini belum diolah secara baik. Bahan peternakan yang ada di kampung-kampung, saya ingin berdayakan potensi yang ada itu.
Dari hasil binaan saya, kelompok yang ada menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S).

Bagaimana pendampingan lanjutan pada petani kelompok wirausaha nanti, terutama pada pemasaran?
Di setiap desa ada penyuluh pertanian. Mereka akan dilibatkan. Kita bentuk kelompok dihadiri penyuluh termasuk aparat desa. Intinya kemauan dulu dari warga. Kita bangunkan kesadaran untuk manfaatkan potensi yang ada. Selama saya masih punya kekuatan fisik, saya akan keliling ke semua kabupaten. (*).

Talenta Harus Dibagikan
WANITA yang lahir di Cilacap ini memiliki keterampilan membuat masakan. Beragam jenis masakan dari pangan lokal bukan hal baru bagi Wiwiek.
Setiap kegiatan apapun di BBPP Kupang, pangan lokal menjadi menu utama yang disiapkan. Baginya, talenta yang Tuhan berikan, harusnya dibagikan kepada sesama. "Saya punya kelompok dampingan kaum ibu yang selalu diberikan pelatihan keterampilan. Saya melihat ada begitu banyak potensi pangan lokal di NTT, dibuang-buang. Kalau itu dimanfaatkan melalui sentuhan teknologi, bukan tidak mungkin bernilai bagi ekonomi rumah tangga. Inilah yang sering saya motivasi kaum ibu ketika mendapat pelatihan di BBPP Kupang," katanya.
Bersama para alumni SMAN 1 Kupang mereka akan turun ke kampung-kampung. "Daripada pisang di kampung terbuang percuma. Saya siap berikan pendampingan kepada kelompok kaum perempuan untuk kembangkan wirausaha. Perempuan NTT harus punya jiwa enterpreneur. Daripada merantau ke luar negeri, lebih baik kelola pangan lokal yang tersedia. Tidak keluar biaya banyak karena setiap keluarga punya tanaman pisang, ubi, dll. Saya lihat di daratan Flores jambu mete jadi santapan kode (monyet, Red) kasih makan ternak babilah kenapa tidak dimanfaatkan. Ada nenas berlimpah di Flores," ujar Wiwiek menggelengkan kepala.
Tentang mengatur waktu bersama keluarga, dia menyatakan tidak ada persoalan. Dengan teknologi komunikasi yang ada sekarang, mereka saling mengingatkan. Pada akhir pekan mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman termasuk membuat rencana pekan berikutnya. (yon)

Lisboa, De Carvalho dan Negeri Bencana

Biodata
Nama : Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si
TTL : Cilacap, Jawa Tengah, 1 Juni 1964
Jabatan : Widyaiswara Ahli Utama
Unit Kerja : BBPP Kupang
Prestasi : 1. Juara I Diklat ADUM
2. Widyaiswara Teladan berprestasi tingkat Nasional tahun 2014
3. Penghargaan Satya Lancana Karya Satya Emas 30 tahun.
Pengalaman : 1. Dosen luar biasa di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
2. Dosen terbang di Universitas Tri Buana Alor di Fakultas Teknologi Pertanian

Penulis: Edy Hayong
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved