Berita Kabupaten Sikka

Pembakar Kios  di  Jalan Nong Meak Diancam Pasal 187  KUHP

Pelaku pembakaran kios milik Saharudin, Sabtu (29/12/2018) malam di Jalan Nong Meak, Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT

Pembakar Kios  di  Jalan Nong Meak Diancam Pasal 187  KUHP
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A
Kepala  Kepolisian  Resort  Sikka,  AKBP Rickson Situmorang, S.IK (kanan) dan  Kepala  Satuan  Reserse dan Kriminalitas,  AKP  Heffri  Dwi Irawan, S.H, S.IK, Senin  (31/12/2018) menggelar  jumpa pers pembakaran kios di  Jalan  Nong Meak, Kota Maumere,  Kabupaten Sikka,  Pulau  Flores, Sabtu  (29/12/2018).   

POS-KUPANG.COM,MAUMERE--- Pelaku  pembakaran kios  milik Saharudin,  Sabtu  (29/12/2018) malam  di  Jalan  Nong Meak, Kota Maumere, Pulau  Flores,  Propinsi Nusa Tenggara  Timur   (NTT) diancam pasal 187  KUHPidana.

Pasal  187 menyatakan barang siapa   dengan sengaja  menimbulkan ledakan, kebakaran atau  banjir diancam  pidana penjara paling lama  12 tahun bila  perbuatan  tersebut menimbulkan  bahaya  bagi  umum  dan bagi  barang (ayat 1).  Ayat  2  dengan  pindana  paling  lama  15  tahun penjara bila perbuatan  tersebut membahayakan bagi nyawa orang lain. Ayat  3  dengan   pidana seumur hidup  atau selama  waktu  tertentu paling lama  20  tahun,  bila  perbuatan  tersebut   menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain dan mengikibatkan orang mati.

“Kita  masih lengkapi berkas,  secepatnya   dikirim  ke Kejaksaan Negri Maumere. Tersangka  masih dua  ora

Syukuran HUT Kowal ke-56 Kowal ! Terima Kasih Danlantamal VII Kupang

ng, belum ada  tambahan tersangka  baru,”  kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas  Polres Sikka,  AKP Heffri  Dwi Irawan, S.H, S.IK,  Senin   (7/1/2019)  di Maumere. 

Celana Dalam Ungu Dan Kondom Milik Vanessa Angel Jadi Barang Bukti Kasus Prostitusi Online

Sebelum   kejadian,  YA,  DL dan  beberapa teman lainnya  minum moke di  seberang  jalan depan  kios.  Sudah  enam   botol moke dihabiskan  YA, Cs.

Hari semakin  larut,  rekan  YA  datang ke  kios minta rokok  kepada  Saharuddin. Tak  keberatan, Saharudin menyerahkan sebungkus  rokok  Pro Mild warna  merah.    Tak sampai   15 menit,   teman lain  YA kembali  minta  rokok.

“Pemilik  kios keberatan. Dia  bilang  pembeli  sepi, tidak  bisa berikan  rokok  lagi.  Rekan  YA  kembali  ke tempat  berkumpul di seberang jalan,” ujar Kepala  Kepolisian  Resort  Sikka, AKBP  Rickson Situmorang, S.IK, kepada wartawan Senin  (31/1/2018)  di  Mapolres  Sikka.

Tak  diberikannya  rokok itu menciptakan  ketersinggungan kepada YA Cs.   YA dan   DL,  menghampir kios  itu.  Tak  sepata katapun  keluar dari mulut YA dan  DL.  

Seketika  YA mengambil sebotol  bensin   yang dipajangkan di  depan  kios. Ia menyiramnya ke lantai  kios dan beranjak  ke dalam  kios hendak  mengambil  sesuatu.   DL   mengeluarkan sebuah  pemantik  warna biru dalam  saku   celana.  Ia menyalahkan  dan membakar lantai kios  penuh  barang dagangan  itu. Seketika  api membesar  melumat  kios. 

YA yang  berada di  kios  tak  bisa menghindar. Bensin yang disiramnya membakar kakinya ketika  ia  berusaha  lari keluar  dari  kios. Kaki  kiri dan  kanan hingga  ke  pergelangan  dimakan  api  mengeluarkan  benjolan-benjolan.

“Mereka  sudah mabuk mungkin tersinggung karena  tidak diberikan rokok   oleh  pemilik  kios.   YA  terjebak  api   dari  bensin  yang disiramnya ketika  dia  mau lari keluar kios,” ujar  Rickson, didampingi  Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas, AKP  Heffri  Dwi Irawan, S.H,S.IK.

Sebelum  membakar kios,kata  Rickson,  para pelaku melakukan  tindakan premanisme, pemerasan. Mereka  mengambil kios  di  rokok  tanpa membayar. Para  pelaku  yang sering melakukannya  telah mencipatakan  kondisi  yang tidak  nyaman. *

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved