Berita Kota Kupang Terkini

Ketua RT di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara Usai Habisi Nyawa Selingkuhan Isterinya

Nimbrot Lao alias Lot alias NL (44) ketua RT.09/RW.04 Kelurahan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang terancam 15 tahun penjara

Ketua RT di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara Usai Habisi Nyawa Selingkuhan Isterinya
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Nimbrot Lao alias Lot alias NL (44) pelaku pembunuhan kepada Irfan Stefanus Boisala (45), selingkuhan isterinya pada Senin (7/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Nimbrot Lao alias LotNimbrot Lao alias Lot alias NL (44) ketua RT.09/RW.04 Kelurahan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang terancam mendekam selama lima belas tahun di bui usai menghabisi nyawa Irfan Stefanus Boisala (45) dari belakang menggunakan sebilah pisau pada Senin (7/1/2019) pagi.

 Irfan yang menjadi korban sakit hati pelaku harus meregang nyawa di ujung tajamnya pisau panjang milik pelaku saat pelaku pulang dari kebun mencari makanan ternak.

 Peristiwa pembunuhan yang terjadi di rumah korban di RT.10/RW.04 Kelurahan Naioni Kecamatan Alak ini sedang ditangani oleh Polsek Alak Polres Kupang Kota.

Bupati Nagekeo akan Tindak Tegas ASN yang Tidak Disiplin

 Peristiwa naas itu berawal saat kakak korban, Ruth Boisala datang ke rumah korban dan marah marah kepada korban bersama Alviana Lao Lasa (40), isteri sah pelaku yang saat itu telah memilih tinggal bersama korban yang merupakan selingkuhannya.

 Karena tak tahan mendapat omelan itu, Alviana kemudian memilih untuk keluar dan meninggalkan rumah itu.

Spanduk Calegnya Dirusak dan Dibuang, Skolastika Lapor ke Bawaslu Manggarai Barat

 Pada saat yang sama, pelaku ternyata sedang berada di rumah milik Hendrik Tamael yang masih berstatus sepupu, yang bersebelahan dengan rumah korban. Saat itu, pelaku datang untuk mengantar celana jeans untuk dipermak oleh isteri Hendrik.

 Mendengar pertengkaran itu, pelaku yang masih menyimpan sakit hati lalu meninggalkan rumah Hendrik dan menuju rumah korban yang masih berstatus saudara sepupu dari satu nenek.

 Saat pelaku datang, korban menyadarinya karena saat itu sedang berdiri menghadap jendela. Pelaku langsung menikam korban dari belakang tepat di punggung bagian kanan dengan pisau Sabu yang panjang sekira 14 cm. Korban yang baru sadar ditikam, kemudian dengan darah yang bercucuran dari luka robek di punggung itu lalu berlari menuju halaman rumah Hendrik. Naas tak dapat dibendung, ia rebah dan tewas di halaman rumah tetangganya itu.

 Sementara itu, usai menikam korban, pelaku langsung menuju rumahnya yang berjarak sekira 500an meter dari tempat kejadian, mengambil sepeda motor dan langsung menyerahkan diri ke Polsek Alak.

 Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra kepada wartawan mengatakan, pelaku telah diperiksa bersama dengan empat orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

 “Peristiwa pembunuhan ini sudah terang, pelakunya ada dan menyerahkan diri, saksi saksi juga ada dan kita periksa. Korban kita sangkakan melanggar pasal 338 tentang menghilangkan nyawa orang dengan hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved