Berita Teenagers

Jangan Meresapi Sebuah Kegagalan Peras Baju Aja Capeknya Minta Ampun Apalagi Meresapi

Semangat pagi Teeners.. Gimana nih kabar kamyu di hari Senin nan penuh aktifitas ini? Fine, bad mood ato lagi meratapi sesuatu.

Jangan Meresapi Sebuah Kegagalan  Peras Baju Aja Capeknya Minta Ampun Apalagi Meresapi
ils
Teenager1

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yenny Rachmawati

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Semangat pagi Teeners.. Gimana nih kabar kamyu di hari Senin nan penuh aktifitas ini? Fine, bad mood ato lagi meratapi sesuatu. Jangan kebanyakan mengenang dan memikirkan sesuatu yang udah lewat-lewat ya teeners.

Cz masih banyak hal yang bisa kamu lakukan di luar sana. So jangan hanya terpaku pada yang itu-itu aja. Soalnya hidup itu berjalan terus ke depan bukannya malah mundur ke belakang. Ingat sih boleh aja, lumrah n wajar tapi janganlah terlalu meresapinya.

Apalagi ketika kamu gak kesampaian untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Kamu merasa bener-bener gagal dan gak ada lagi kesempatan buat kamu. Kamu bakal selalu meratapi kegagalanmu, terus menyesal dan bilang seandainya waktu bisa diputar kembali.

Penghuni Panti Aisyiyah Ikut BAD, Ini Yang Dilakukan

Lalu kamupun mulai menyalahkan dirimu sendiri ataupun orang lain akan kegagalan yang kamu hadapi. Ingat cukup meres pakaian aja yang cuapeknya minta ampun, jangan lagi kamu meresapi kegagalanmu. Sebab kegagalan adalah awal menuju kesuksesan. Gagal coba lagi, gagal bangkit lagi.

Teeners Salsabuia Putri Musthika membenarkan untuk tidak terlalu larut dalam kegagalan. Karena hanya membuat diri merasa terpuruk. "Siapa sih yang gak pernah gagal. Semuanya pernah dan itu tergantung orang yang menyikapinya. Tapi saran aja nih, kalau meresapi kegagalan terus hanya berdiam diri itu gak ada untungnya," tuturnya.

Dilapor Pemuda Advent ke Polda NTT, Begini Tanggapan Prof. Yusuf Leonard Henuk

Wow! Permasa Kupang Peduli Pemulung di Kota Kupang

Begitu juga kata teeners kita Aisyah Fitri Sukadi yang setuju kalau meresapi kegagalan itu merugi. Ruginya untuk diri sendiri, karena tidak ingin bangkit dan mencoba hal yang lain. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved