Berita Kabupaten Ende

Bukan Peristiwa Biasa Danau Kelimutu Berubah Warna, Ini Yang Akan Terjadi di Indonesia

Kejadian itu mengandung pesan moral dan sosial bahwa bakal terjadi sesuatu pada masyarakat sekitar dan bangsa Indonesia umumnya.

Bukan Peristiwa Biasa Danau Kelimutu Berubah Warna, Ini Yang Akan Terjadi di Indonesia
IST
Danau Kelimutu berubah warna 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM|ENDE, Menjelang akhir tahun 2108, Danau Kelimutu, obyek wisata yang sangat terkenal di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berubah warna. Warna kawah atau danau Atapolo danau berubah dari hijau toska ke hijau tua.

Tua adat setempat atau mosalaki Pai Nggo Niu Wani Tana Mau Gadho, Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Yohanes Don Bosco Watu mengatakan perubahan warna Danau Kelimutu dari adat setempat bukan peristiwa biasa. Kejadia itu mengandung pesan moral dan sosial bahwa bakal terjadi sesuatu pada masyarakat sekitar dan bangsa Indonesia umumnya.

"Itu menjadi tanda bahwa akan terjadi sesuatu hal di masa mendatang entah itu kerusuhan ataupun kematian maupun bencana alam yang bakal menimpa bangsa Indonesia,"kata Yohanes Don Watu, Sabtu (5/1/2019).

Inilah Fakta Terbaru Seputar Kasus Prostitusi Online ! Polisi Sita Celana Dalam Ungu dan Kondom

Yohanes Don Bosco Watu yang juga Ketua Forum Komunitas Adat Kelimutu mengingatkan, perubahan warna tersebut menjadi tanda atau peringatan kepada masyarakat lokal maupun bangsa Indonesia agar lebih mawas diri, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan serta tidak melupakan nenek moyang. "Itu sebenarnya tanda agar kita lebih berhati-hati agar kejadian buruk tidak menimpa," kata Don Watu.

Don Watu mengatakan, alam berulangkali memberikan peringatan kepada manusia agar mawas diri. Namun, hal itu kerap diabaikan manusia sehingga sesuatu yang buruk menimpa mereka.

Menurut dia, perubahan warna danau itu pun memberikan isyarat kepada para pengunjung agar selalu berhati-hati ketika berada di puncak Danau Kelimutu. Bila pengunjung mengabaikan hal itu bisa berdampak buruk pada yang bersangkutan.

Selain itu, kata Don, khusus pejabat negara apabila hendak berkunjung ke Danau Kelimutu hendaknya dalam kondisi bersih. Artinya tidak memiliki niat buruk terhadap sesama maupun bangsa.

Gempa Magnitudo 6,6 Guncang Halmahera Utara, Ada 18 Kali Gempa Susulan

Don Watu mengatakan, masyarakat setempat meyakini segala hal terutama peristiwa besar baik berkaitan dengan kondisi masyarakat setempat maupun kondisi bangsa Indonesia selalu diperlihatkan oleh gejala alam di Danau Kelimutu. Misalnya perubahan warna atau air danau terlihat surut. "Ketika pejabat negara meninggal, ada tanda-tanda alam di Danau Kelimutu," kata Don Watu.

Terlepas dari semua hal itu, kata Don Bosco Watu, keberadaan Danau Kelimutu adalah kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Fenomena alam merupakan rahasia Tuhan sehingga keberadannya wajib disyukuri serta dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

Menurut catatan Pos Kupang, perubahan warna Danau Kelimutu makin kerap terjadi dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir. Dalam setahun minimal terjadi sekali. Perubahan warna bisa menimpa tiga danau bersamaan atau hanya satu dan dua danau.

Serangan udara Rusia tewaskan tiga warga di Aleppo, Suriah

Danau Kelimutu merupakan destinasi unggulan di Pulau Flores. Data dari Taman Nasional Kelimutu menyebutkan, total pengunjung tahun 2018 sebanyak 87.498 orang yang terdiri dari wisatawan nusantara 67.789 orang dan wisatawan mancanegara 19.709 orang.

Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengunjung tahun 2017 sebanyak 91.219 orang terdiri dari wisatawan nusantara 73.417 orang dan wisatawan asing 17.802 orang. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved